Parkir Lebih Luas, Jaga Keaslian Bangunan

Renovasi Terbesar Masjid Istiqlal sejak Berdiri 

JAKARTA – Ruang utama Masjid Istiqlal, khususnya balkon, kemarin (23/8) masih ditutup jaring. Begitu pula dengan selasar di lantai 2 masjid yang menghubungkan ke area salat terbuka di sisi selatan ruang salat utama.

Memang sudah dua bulan ini salah satu ikon Jakarta tersebut direnovasi besar-besaran. Proyek itu adalah renovasi besar pertama sejak Masjid Istiqlal beroperasi pada 1978.

’’Secara umum yang paling tampak pekerjaan struktur itu adalah membuat parkir,’’ terang Project Manager PT Waskita Karya Mohamad Isa saat ditemui di sela peninjauan yang dilakukan Wakil Presiden Jusuf Kalla (22/8).

Rencananya dibangun basement atau ruang bawah tanah dua lantai di area parkir mobil. Basement itu akan mampu menampung sekitar 500 mobil dan 200 motor.

Selebihnya, perbaikan dilakukan tanpa mengubah keaslian bangunan. Sebab, Masjid Istiqlal merupakan cagar budaya. Misalnya, ruang di lantai dasar, sekat-sekat yang ada bakal dirombak.
Di bagian atas, cukup banyak pekerjaan polesan. Misalnya, pembersihan dinding, pemolesan marmer, serta pemberian garis saf salat. Juga, perbaikan ruang wudu.

Mihrab masjid juga akan diubah. Selama ini mihrab Masjid Istiqlal berbentuk kotak sederhana. Dinding di atas mihrab diukir melengkung berbentuk kubah masjid yang di tengahnya terdapat kaligrafi berwarna emas bertulisan kalimat tauhid.

Desain baru mihrab Masjid Istiqlal berbentuk lonjong berlapis empat. Mulai yang paling rendah hingga tinggi dan lebar. Di atas dan samping kiri kanannya diberi sentuhan kaligrafi asmaulhusna, yang dibingkai dengan dinding persegi panjang. Lonjongnya mirip seperti mihrab Masjid Al Akbar Surabaya. Hanya, tidak ada lengkungan menonjol di bagian yang kecil.

Isa menyebut Waskita mendapatkan kontrak senilai Rp 560 miliar, termasuk pajak. Namun, berdasar data Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR yang diperoleh Jawa Pos, nilai kontraknya mencapai Rp 465,3 miliar. Pekerjaan berlangsung 300 hari, mulai 16 Mei lalu hingga 10 Maret 2020.

Setelah memantau renovasi, JK menyatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan tidak akan mengubah bangunan. ’’Ini hanya mempercantik, memperindah, dan membuatnya menjadi lebih efektif,’’ terang JK.
Bagaimanapun, masjid juga perlu perawatan. Dan kali ini dilakukan secara menyeluruh setelah 41 tahun masjid tersebut beroperasi.

Salah satu fasilitas yang akan ditambahkan adalah lift khusus untuk penyandang disabilitas. Dengan demikian, mereka bisa lebih mudah untuk masuk ke Masjid Istiqlal dan menjalankan ibadah di dalamnya sebagaimana jamaah nondisabilitas.

Masjid Istiqlal mulai dibangun di era Soekarno pada 24 Agustus 1961. Pada 22 Februari 1978, Presiden Soeharto meresmikan pengoperasiannya. Masjid tersebut memiliki lima lantai dengan total luas bangunan 80.948 meter persegi. Berdiri di atas lahan seluas 9,1 hektare, masjid tersebut bisa menampung maksimal 200 ribu jamaah.

Sebelum menengok Masjid Istiqlal, JK mendatangi proyek pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok. Juga, meninjau pembangunan gedung Dewan Masjid Indonesia di Matraman, Jakarta Timur.

Pantauan Jawa Pos, di lahan yang akan dibangun itu praktis yang paling menonjol baru asrama mahasiswa. Selebihnya, banyak yang masih berupa lahan kosong. Meski demikian, JK menilai progresnya cukup maju. ’’Kecuali beberapa memang terkendala lahan yang kita harus segera selesaikan,’’ lanjutnya. Sebab, tahun depan kampus tersebut harus sudah beroperasi.

Sementara itu, terkait tower-tower milik RRI, sudah ada kesepakatan antara Kemenag dan RRI untuk membongkar 23 tower yang ada. Pertengahan September mendatang diperkirakan pembongkaran bakal selesai. Untuk tahun pertama, kampus UIII bakal menerima maksimal 500 mahasiswa. (byu/c10/ttg)

Read Previous

Besok, Tour de Malindo Dimulai

Read Next

Baku Tembak Pasca Kerusuhan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *