larang perayaan cap Go meh

Ventie Bernard Musak

SINTANG—Kondisi terkini Kabupaten Sintang yang masih diliputi oleh pandemi Covid-19 serta masih menunjukkan angka kasus konfirmasi positif yang terus bertambah setiap harinya membuat masyarakat berpikir, pandemi belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Oleh karenanya Polres Sintang melakukan pelarangan sementara terhadap Perayaan Cap Go Meh di Kabupaten Sintang.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan bahwa tahun ini perayaan Cap Go Meh seperti pawai para tatung, pertunjukan barongsai, dan arakan naga ditiadakan. “Saya pastikan (parade) tatung tidak ada, arakan naga tidak ada, hanya boleh ritual agama,” ujarnya, Rabu (6/1).

Hal tersebut ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat Nomor 443.1/0111 Tahun 2021. Berisi pembatasan kegiatan masyarakat dan pelarangan sementara perayaan Cap Go Meh.

Hal tersebutlah yang menjadi landasan Polres Sintang ntuk juga memberlakukan larangan perayaan Cap Go Meh di Kabupaten Sintang. Namun tetap memberikan keleluasaan kepada warga Tionghoa untuk mengganti perayaan yang biasa dilakukan pada tahun sebelum-sebelumnya menjadi ibadah ataupun ritual keagamaan di lingkungan vihara dengan mengedepankan protokol kesehatan dan membatasi jumlah pengunjung.

Kapolres Sintang AKBP Ventie Bernard Musak meminta masyarakat Tionghoa untuk tidak berkecil hati karena di tahun 2021 ini tidak diberikan izin adanya perayaan Cap Gomeh dikarenakan wabah Covid-19.

“Dilakukannya pelarangan tentu sebabnya pasti karena Covid-19. Di samping ada juga surat edaran dari Gubernur, ada pula usaha kami Polres Sintang dalam menekan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

“Yang kami larang disini hanya Perayaan Cap Go Meh saja sementara untuk ibadahnya. umat Tionghoa masih kami izinkan tapi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” tambahnya.

Dirinya juga berharap dengan adanya Surat Edaran langsung dari Gubernur ini dapat ditaati dan dipedomani oleh seluruh masyarakat sehingga dengan adanya usaha bersama ini dapat menekan penyebaran Covid-19. (ris)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!