Pasang Plang Penanganan

Penyidikan: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi, mewakili Dandim 1202/Skw melalui Pasi Ops Kodim 1202/Skw Kapten Inf Taufik Wiramansyah melakukan pemasangan plang penanganan Karhutla diatas lahan terbakar di Jalan Veteran, Kecamatan Singkawang Tengah (20/9) kemarin.Har/Pontianak Post

SINGKAWANG–Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi, mewakili Dandim 1202/Skw melalui Pasi Ops Kodim 1202/Skw Kapten Inf Taufik Wiramansyah melakukan pemasangan plang penanganan Karhutla di atas lahan terbakar di Jalan Veteran, Kecamatan Singkawang Tengah (20/9) kemarin.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan bahwa penancapan plang penanganan Karhutlah ini sebagai bentuk upaya bersama mencegah dan mengingatkan ke seluruh pihak untuk tidak melakukan pembakaran Karhutla. “Ini komitmen bersama Forkopimda, Polri dan TNI dalam menegakkan hukum bagi yang melakukan Karhutla, karena Karhutla tentu akan menimbulkan dampak asap yang kita rasakan saat ini,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia meminta agar pemilik lahan, warga harus memperhatikan hal ini jika ingin membuka lahan. Pihaknya ingin agar penyebab utama Karhutlah akibat ulah manusia ini bisa dicegah agar tidak menimbulkan efek bersama. “Dari pantauan kita setidaknya sudah terjadi sebanyak 104 kali Karhutla dengan luasan 386 sekian hektar terbakar,” katanya.

Selain soal dukungan penegakan hukum pembakar hutan dan lahan, Wali Kota Singkawang meminta untuk maksimal dalam penanganan kesehatan warga baik di Puskesmas maupun rumah sakit. “Ini sudah saya mintakan kepada puskesmas dan pihak rumah sakit terkait penanganan dampak asap,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, diimbau kepada warga yang melakukan aktivitas diluar untuk menggunakan masker dan menjaga kesehatan. Bahkan Wali Kota sudah meminta Dinas Kesehatan dan KB jika memang memungkinkan membuat posko kesehatan maka akan pihaknya lakukan.

Di tempat sama, Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi mengatakan pemasangan plang penanganan Karhutla dilakukan di tiga titik. “Satu titik di Singkawang Tengah, Satu titik di Singkawang Selatan, satu titik di Singkawang Utara” katanya.

Dengan pemasangan plang penanganan ini bahwa pihaknya tengah melakukan penyidikan atas terjadinya tiga penyebab Karhutla.

Dimana dalam penanganan Karhutla ini, kata dia, semunya terjadi pada lahan warga karena di Kota Singkawang tidak ada lahan korporasi alias perusahaan. “Jadi penancapan plang penanganan Karhutla ini merupakan wujud kita bahwa penegakan hukum terkait Karhutla kita laksanakan karena di semua wilayah juga melakukan penegakan hukum yang sama,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada warga tidak ada lagi membuka lahan dengan cara dibakar. “Kita ingatkan tidak ada lagi pembukaan lahan dengan cara dibakar. Makanya jika ada yang ingin buka lahan mohon dikoordinasikan dengan kepolisian,” ujarnya. Ia juga meminta agar plang yang jangan ada yang coba coba merusak karena akan berdampak hukum pada pelaku. “Plang ini sebagai pemberitahuan bahwa tanah tersebut dalam penanganan perkara hukum di Polres Singkawang. kalau ada oknum yang merusak atau mencopotnya akan berhadapan dengan hukum,” tegas Kapolres. (har)

loading...