Pasien Sembuh Berikan Kesaksian Selama Menjalani Isolasi

KESAKSIAN: Lorenza (baju putih) warga Jalan Tani, Singkawang memberikan kesaksian selama dirinya terkonfirmasi Covid-19 hingga dinyatakan sembuh. Lorenza ditemani ayahnya, Ratna Heri dan Direktur RSUD Abdul Aziz dr Ruchaniadi. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

Pastikan Covid-19 Bisa Disembuhkan, Imbau Warga Tidak Panik

Gugus Tugas Covid-19 Kota Singkawang menghadirkan dua pasien terkonfirmasi yang sudah sembuh saat jumpa pers di Ruang TMC Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (14/9). Mereka memberikan kesaksian tentang pengalamannya selama menjalani isolasi hingga akhirnya dinyatakan sembuh.

HARI KURNIATAHAMA, Singkawang

“Dua pasien awalnya terkonfirmasi Covid-19 kini sudah dinyatakan sembuh usai menjalani perawatan. Mereka adalah Novi Anggraini (30) alamat Gang Moris Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Condong, Singkawang Tengah dan Lorenza (22) warga Jalan Tani, Singkawang Barat,” ungkap Direktur RSUD Abdul Aziz dr Ruchaniadi.

Dokter spesialis penyakit dalam ini menyebutkan, kesembuhan yang terjadi dikarenakan pasien mengikuti protokol kesehatan, mau memeriksanakan diri ke petugas medis dan menjalani perawatan. “Kami berharap dengan adanya hal ini masyarakat untuk tenang dan tidak panik menghadapi pandemi Covid-19,” imbaunya.

Usai dinyatakan sembuh, kata Ruchaniadi, mereka sudah kembali ke rumah masing-masing, berkumpul dengan keluarga, dan dapat berkomunikasi serta berinteraksi lagi dengan masyarakat.

Bersama ayahnya, Lorenza (22) warga Jalan Tani, Singkawang pun mengungkapkan kesaksiannya. Ia terkonformasi Covid-19 pada 26 Agustus 2020, usai menjalani serangkaian tes mulai rapid test hingga swab test. “Hasil rapid test saya reaktif dan hasil swab pun positif,” ujarnya.

Ia sendiri meminta untuk diperiksa oleh tim medis sebagaimana saran dari dokter, usai sang ayah dirawat di ruang isolasi RSUD Abdul Aziz. “Saya periksa ke tim medis usai ayah saya diisolasi karena saya juga mengalami gejala kehilangan indera penciuman. Lalu saya periksa dan hasilnya positif. Saya ingin memastikan kondisi saya, karena tidak ingin yang lainnya ikut tertular, terutama keluarga,” jelasnya.

Usai dinyatakan positif Covid-19, ia pun dirawat di ruang isolasi. Setelah kurang lebih 16 hari menjalani masa karantina, akhirnya dilakukan swab pada 11 September lalu dan hasilnya ia dinyatakan sembuh.

“Selama menjalani masa karantina di ruang isolasi, saya sangat terbantu oleh tim medis. Semuanya sangat baik. Segalanya disediakan dan sangat memadai. Perawatannya sangat baik. Kami diinfus, minum obat-obatan dan dicek kesehatan setiap hari sesuai gejala medis yang dialami. Kurang lebih 16 hari kemudian saya dinyatakan sembuh,” katanya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak terlalu panik. Dia mengatakan saat ini pelayanan medis sudah berkembang, terutama terkait Covid-19. Penyakit tersebut telah dipelajari lebih dalam dan telah ditemukan cara penyembuhannya.

“Meski memang belum ada obatnya namun banyak yang sembuh atas Covid-19. Makanya saya sarankan jika masyarakat mengalami gejala seperti saya secepatnya memeriksakan diri ke rumah sakit, sehingga kita bisa membantu memutuskan penyebaran Covid-19 ini,” katanya.

Heri ayah Lorenza, yang sempat menjalani isolasi, dari awal swab-nya dinyatakan negatif. Anggota keluarganya yang lain termasuk istrinya juga negatif, kecuali sang anak Lorenza. Ia memberikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan selama menjalani masa isolasi.

Menurutnya, perawatan yang diberikan kepada dirinya dan keluarga sangat memadai. “Mewakili keluarga dan putri saya Lorenza, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Singkawang, RSUD Abdul Aziz, Dinkes dan KB. Terima kasih atas pelayanan dengan penuh kasih sayang kepada kami,” ucapnya.

Terpisah, Humas dan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Singkawang, dr Barita Ompusunggu menyampaikan kenaikan kategori risiko kasus Covid-19 di Kota Singkawang. Per tanggal 14 September 2020, Kota Singkawang masih masuk dalam kategori “Zona Orange” dengan skor 2.32.

“Ini artinya tingkat risiko sedang,” ungkap dr Barita Ompusunggu. Hal itu berdasarkan penilaian dari Sistem Informasi Bersatu Lawan Covid (BLC) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional tanggal 14 September 2020. Selain Kota Singkawang, Kabupaten Mempawah juga masuk dalam zona orange. Sedangkan Kota Pontianak, Kabupaten Landak, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Kubu Raya masuk dalam kategori zona kuning yang artinya risiko rendah.

Kemudian, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Kayong Utara masuk dalam kategori zona hijau yang artinya zona tidak terdampak. (*)

 

loading...