Pasokan Kedelai dan Permintaan Konsumen Tetap Normal

PENGEMASAN: Para pekerja sedang mengemas butiran-butiran kedelai yang sudah dicampur ragi ke dalam plastik. SITI/PONTIANAK POST

Geliat Industri Tempe di Masa Pandemi Covid-19

Aroma kedelai tercium sejak pertama kali Pontianak Post masuk ke sebuah pabrik tempe yang berlokasi di Jalan Petani Gg Harapan 4, Kota Pontianak. Setiap hari ribuan tempe bermerek Tempe Asli HB Pontianak itu diproduksi di sana. Permintaannya tak tergoncang pandemi Covid-19.

SITI SULBIYAH, Pontianak

RIBUAN batang tempe berbungkus plastik bermerek tersusun berjejer pada beberapa lemari yang terbuat dari kayu. Lemari tanpa pintu itu terdiri dari beberapa tingkat. Ada tempe yang masih dalam proses fermentasi dan ada pula tempe yang siap dijual.

“Dalam satu hari kami bisa produksi tempe dari (bahan) sekitar 500 kilogram kedelai,” ungkap Hamdan, Penanggung Jawab Produksi Pabrik Tempe Asli HB Pontianak, saat Pontianak Post berkunjung ke lokasi industri tersebut, belum lama ini.

Hamdan sudah bekerja sekitar empat tahun di sana. Ia bertanggung jawab atas aktivitas produksi tempe, mulai dari proses perendaman, perebusan, fermentasi, hingga pengemasan. Untuk memproduksi ribuan tempe per hari, belasan pekerja dikerahkan.

“Normalnya 50 kilogram menjadi 200 batang. Jadi kalau 500 kilogram, dalam sehari kami bisa hasilkan dua ribu batang tempe,” kata dia.

Hamdan mengajak Pontianak Post mengelilingi setiap proses pembuatan tempe. Dari ruang depan, tampak tumpukan karung berisi kedelai. Menurutnya, kedelai yang mereka gunakan dipasok oleh distributor yang mendatangkannya dari Amerika Serikat. Kualitas kedelai tersebut dinilai sangat bagus untuk memproduksi tempe.

Kedelai-kedelai tersebut mula-mula direndam selama sekitar satu hari agar bersih. Setelah itu direbus supaya sisa kotoran dapat terangkat ke atas. Perebusan ini membutuhkan waktu sekitar dua jam. Lalu kedelai akan dikupas agar kulitnya terlepas.

Kemudian, kedelai kembali dicuci dan direbus untuk yang kedua kalinya. Setelah itu dilakukan pengeringan. Di pabrik tersebut, kedelai dikeringkan dengan bantuan kipas angin turbo dan dibantu oleh seorang pekerja yang mengaduk-aduk kedelai agar lebih cepat kering.

“Kedelai yang kering inilah yang kemudian akan dicampur dengan ragi dan langsung di-packing ke plastik,” kata Hamdan. Usai dikemas, proses selanjutnya yakni fermentasi yang memerlukan waktu sekitar satu hari.

Tempe yang sudah terfermentasi dengan sempurna siap dipasarkan di sejumlah pasar dan toko swalayan yang ada di Pontianak dan sekitarnya. Hamdan memastikan setiap proses dilakukan sesuai dengan standar kesehatan dan higienis. Pun pada masa pandemi Covid-19 ini, para karyawan menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker.

Dari sisi permintaan, lanjut dia, tempe tetap menjadi pangan yang paling dicari oleh konsumen. Penjualannya cenderung stabil. Ternyata pandemi tidak memengaruhi tingkat permintaan. Bahkan pada momen besar seperti Idulfitri, tetap ada lonjakan, sebagaimana pola historinya.

“Kalau ada momen besar seperti Idulfitri, produksi tempe bisa menggunakan kedelai sekitar 600-700 kg, “ sebut dia.

Dari sisi pasokan bahan juga tak ada pengaruh. Sejauh ini, suplai dari distributor cukup untuk memenuhi produksi harian. Sebagai penanggung jawab, ia menjadi tidak terlalu khawatir akan kondisi saat ini.

Andreas Eko, selaku distributor kedelai di Kalbar mengatakan potensi produk olahan kedelai cukup menjanjikan lantaran pangsa pasarnya yang besar. Terlebih untuk pangan tempe yang disukai oleh berbagai kalangan. Eko sendiri memasok beberapa indsutri tempe di provinsi ini.

“Selain harganya yang ekonomis, tempe juga punya manfaat yang baik bagi yang mengonsumsi,” tutur Eko.

Selain tempe, ia juga memasok kedelai untuk beberapa produsen kecap dan susu kedelai di Kalbar. Kedelai itu ia datangkan langsung dari produsen kedelai di Amerika Serikat. Pada masa pandemi ini, ia mengaku tak menghadapi kendala yang berarti dalam hal pasokan.

“Kami biasanya punya stok untuk satu bulan ke depan. Ini untuk mencegah agar tidak terjadi kekurangan stok apabila terjadi gangguan dalam pengiriman,” tutur dia. **

loading...