Pastikan Zakat, Infaq dan Sedekah Anda Diserahkan di Tempat Yang Tepat

H. Didik Imam Wahyudi, SE. Ak

Oleh: H. Didik Imam Wahyudi, SE. Ak

Islam memiliki konsep dalam menyelesaikan masalah kemiskinan, yaitu mewajibkan zakat kepada mereka yang diberi kelebihan rizki alias kaya dengan menyisihkan sebagian hartanya  untuk disalurkan kepada saudara kita yang kurang beruntung.

Sejumlah ayat menegaskan bahwa mereka yang tidak membayarkan zakatnya dipandang orang yang mensekutukan Allah (QS. Fushilat (41) : 6-7), yang diancam dengan azab pedih (QS at-Taubah (9) : 34-35). Sebaliknya bagi mereka yang dengan jujur membayarkan zakatnya dipandang sebagai

  1. Orang yang sukses (QS al-Mu’minun (23) : 4).
  2. Dilipatkan rezekinya oleh Allah Swt. QS al-Baqarah (2) : 261).
  3. Benteng terhadap kekayaan yang dimilikinya, menjaga kesehatan dan penyembuh bagi penyakitnya (H.R. Abu Daud ath-Thabrani dan al-Baihaqi)
  4. Di Akherat disiapkan surga Firdaus ( QS al-Mu’minun (23) : 1-11).

Di masa Rasulullah Saw. hampir  tidak ditemukan muzaki (orang yang berzakat) yang menyerahkan zakatnya langsung kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat). Oleh sebab itu sudah seharusnya umat Islam Indonesia khususnya di Kalimantan Barat mempercayakan zakatnya kepada lembaga pengelola zakat. Sesuai UU no 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), karena zakat merupakan ibadah amaliyah ijtima’iyah (ibadah sosial) dan zakat termasuk dari rukun Islam yang ketiga yang keberadaannya dianggap sebagai ma’luum min ad-diin li ad-darurah.

Ada 7 (tujuh) tempat agar berzakat anda tepat agar bisa berdaya guna dan disalurkan sesuai syariat Islam :

  1. Pastikan Legalitas Lembaganya

BAZNAS adalah lembaga pemerintah non struktural yang bersifat mandiri yang secara hirarki terdiri BAZNAS yang terpusat di Jakarta (Pasal 1 ayat 7). BAZNAS Provinsi di ibukota provinsi (Pasal 15 ayat 2) dan BAZNAS Kabupaten/Kota di ibukota Kabupaten/Kota ( Pasal 15 ayat 3 ). LAZ Perwakilan tingkat provinsi maupun LAZ Perwakilan tingkat Kabupaten/Kota se Indonesia, telah harus memiliki izin legalitasnya.

  1. Pastikan Layanan Amil

Amil adalah komponen yang menentukan dalam pengelolaan zakat. Ia berperan dalam menghimpun mendistribusikan dan mendayagunakan zakat kepada yang berhak menerimanya.

  1. Pastikan Nisab dan Haul Zakatnya.

Nishab zakat adalah salah satu syarat wajib zakat yang harus terpenuhi selain hak kepemilikan penuh dan halal.

Nishab zakat adalah batasan minimal harta yang wajib dikenakan zakat. Misal emas batas nishab adalah 85 gram, perak 595 gram.

Haul Zakat adalah batasan kepemilikan kena zakat (batasan waktu satu tahun hijrah atau 12 bulan qomariah).

  1. Pastikan Transparasi Pengelolaannya.

Wujud dari transparasi pengelolaan zakat tersebut adalah sampainya laporan pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang dilakukan olah lembaga pengelola zakat (BAZNAS/LAZ)  kepada muzaki.

  1. Pastikan Manfaat Zakat bagi Penerimanya (Mustahiknya).

Melalui pengelolaan secara profesional dana zakat mulai  dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat.

  1. Pastikan Pelaporannya

BAZNAS/LAZ sesuai dengan tingkatannya memiliki kewajiban untuk menyampaikan laporan pengeloaan zakat yang telah dilakukan per enam bulan dan laporan akhir tahun kepada pemerintah dan lembaga yang diatasnya secara struktural dan juga disampaikan kepada publik melalui media cetak atau elektronik untuk membangun kepercayaan masyarakat.

  1. Pastikan Audit Syariahnya.

Audit Syariah adalah audit kepatuhan hukum baik terhadap syari’ah Islam maupun terhadap per undang undangan zakat.

Demikian tujuh pasti berzakat diatas diharapkan pengeloaan zakat dapat berjalan dengan profesional dan membawa perubahan ke arah  lebih baik bagi penguatan keberagaman dan ekonomi umat.

Penulis: Wakil ketua III BAZNAS Kalbar dan Kepala Cabang Pinbas (Pusat Inkubasi Bisnis Syariah) MUI Provinsi Kalbar

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!