Patuhi Aturan Bersepeda, Pakai Masker, Jangan Bergerombol

GOWES: Sejumlah peseda menikmati suasana sore dengan gowes bersama di Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Rabu (9/7). Hobi bersepeda kian meningkat di masa pandemi Covid-19. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Sepeda kini menjadi tren olahraga yang banyak dilakoni di tengah pandemi Covid-19. Frekuensi pengguna meningkat, bahkan bisnis penyewaan sepeda pun kian diuntungkan.

Ramainya pesepada di jalan, tak luput dari kritik. Sejumlah pesepeda yang tidak mematuhi tata tertib di jalan raya dianggap mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Ario Sabrang, dari Komunitas Selasar Pontianak mengatakan, jika pesepeda memahami bahwa sepeda itu alat transportasi, otomatis pengguna sepeda harusnya mematuhi tata tertib lalu lintas.

“Seperti saat bersepeda rombongan, maksimal itu dua baris sepeda ke belakang atau hanya satu baris ke belakang, harus melihat kondisi jalan juga,” kata dia.

Menurut Ario, adanya pesepeda berombongan akhirnya memakan jalan mengindikasikan bahwa pesepeda tersebut belum mengetahui bagaimana berbagi di jalan, dan menghormati pengguna transportasi lainnya. Diperlukan sosialisasi kepada masyarakat terkait aturan dalam bersepeda.

Pesepeda perlu memahami aturan-aturan berlalu lintas, memperhatikan keselamatannya juga pengendara lain. Ario juga berharap fasilitas untuk sepeda di tambah seperti jalur, rambu, parkir sepeda, juga adanya taman sepeda. “Serta buat satu hari dalam seminggu ASN bersepeda,” tambahnya memberi saran.

Ario menilai, di masa pandemi ini masyarakat berbondong bondong untuk berolahraga. Bersepeda menjadi salah satu pilihan olahraga yang mudah. Bagi sebagian orang, ini juga dimanfaatkan sebagai ajang berkumpul untuk mengurangi kebosanan disaat adanya aturan jaga jarak, dan aktivitas keramaian yang dibatasi.

Namun, lanjut dia ini menjadi tantangan karena mengubah kebiasaan masyarakat ini memang tidak mudah dan cepat. Selain tidak memahami aturan bersepeda, banyak juga masyarakat yang tidak mengindahkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan jaga jarak.

“Walaupun Pontianak sudah terbiasa dengan kabut asap, namun bisa dilihat, kesadaran untuk pentingnya masker buat kesehatan itu rendah. Jadi, ketika pandemi ini hadir, seperti biasa saja, merasa tidak apa-apa. Ini yang harus terus digencarkan untuk sosialisasi membiasakan diri,” jelasnya.

Sebab itu, kata dia, perlu diikuti dengan sanksi agar masyarakat bisa mematuhi. “Sederhananya ketika masyarakat ke luar negeri begitu takutnya untuk berbuat yang di Pontianak nih biasanya mereka selembe, buang sampah sembarang, merokok sembarang, cobelah keluar begitu, habis duit kena sanksi. Akhirnya masyarakat Pontianak bisa disiplin saat di luar karena takut adanya sanksi itu,” ulasnya.

Kuncinya, kata Ario, adalah disiplin, untuk kesadaran harus diikuti dengan sanksi. Ario juga menyarankan pada pemilik jasa penyewaan sepeda, untuk memberikan edukasi kepada para penyewa terhadap keamanan dan tata tertib bersepeda.

Sementara itu, Korwil Bike To Work (B2W) Pontianak Rudi Agus Haryanto menekankan kesadaran pengguna jalan untuk saling berbagi. Tertib di jalan merupaan sikap saling menghargai sesama pengguna jalan.

“Jangan bergerombol saat bersepeda hingga menutup jalan kendaraan lain. Tetap patuhi aturan lalu lintas. Budayakan share the road atau berbagi jalan,” kata Rudi di Pontianak, kemarin.

“Jangan sampai upaya baik teman-teman pesepeda dalam berkegiatan tercoreng karena tindakan di jalan yang membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” pesan Rudi.

Tak kalah penting juga ia mengingatkan pesepeda untuk menaati protokol kesehatan Covid-19. Bagi pesepeda dapat melakukan physical distancing, tidak melakukan kegiatan foto bersama kecuali dua atau tiga orang dengan jarak yang dianjurkan. “Tetap gunakan masker dan patuhi protokol kesehatan,” kata Rudi.

Tren sepeda memang meningkat akhir-akhir ini. Namun demikian Rudi mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. “Ingat selalu bahwa saat ini masih dimasa pandemi  Covid-19.

Selain itu Rudi pun mengapresiasi langkah Pemkot yang berencana menambah rambu dan marka jalan untuk jalur sepeda di jalan raya. Rudi pun berharap ada jalur aman untuk pesepeda.

“Untuk jalur khusus sudah ada di beberapa jalan dan itu masih diberikan garis putus-putus, tentu potensi pelanggaran oleh pengguna jalan lain masih tinggi,” sebut Rudi.  (mrd/mse)

loading...