Paulo Goncalves Meregang Nyawa di Reli Dakar 2020

Tewas: Pembalap motor asal Portugal Paulo Goncalves (tengah) mendapat pertolongan dari tenaga medis setelah mengalami kecelakaan fatal di etape ke 7 Reli Dakar 2020 (12/1). Pembalap berusia 40 tahun ini tewas di kilometer ke-276 saat melintas dari Riyadh menuju Wadi Al Dawasir, akibat cedera dari kecelakaan yang dialaminya. FRANCK FIFE / AFP

Etape Ketujuh Memakan Korban

WADI AL DAWASIR, – Reli Dakar menjadi ajang balap ketahahanan yang menawarkan tantangan superberat. Jalur naik turun berpasir sejauh ratusan kilometer setiap harinya menuntut kondisi yang prima buat para pereli, khususnya di kategori motor. Ancaman terjatuh ataupun terhadang badai gurun siap menyasar mereka.

Tidak sedikit pereli yang sudah meregang nyawa di Reli Dakar. Paulo Goncalves menjadi “korban” keganasan jalur baru di Arab Saudi tahun ini. Dia mengalami kecelakaan hebat pada kilometer ke-276 saat melintas dari Riyadh menuju Wadi Al Dawasir.

Seketika, helikopter medis langsung diterbangkan menuju lokasi terjatuh pereli Portugal tersebut. Nahas, saat ditemukan dia tidak sadarkan diri. Selanjutnya pereli 40 tahun itu diterbangkan menuju Rumah Sakit Layla. Di Rumah Sakit tersebut, Goncalves selanjutnya dinyatakan meninggal dunia.

Goncalves merupakan pereli pertama yang meninggal dunia sejak Michal Hernik pada 2015. Sebagian besar peserta Reli Dakar 2020 turut kehilangan koleganya. Pemimpin klasemen kategori quads, Iganicio Casale menjadi saksi kecelakaan yang menimpa Goncalves.

“Itu adalah etape yang bagus dari sudut pandangan olahraga, tetapi sejak aku melihat kecelakaan itu, aku tidak bisa fokus,” terangnya sebagaimana dikutip situs resmi Dakar. Di sisa etape kemarin, Casale banyak memikirkan insiden tersebut. “Hasil hari ini (kemarin) tidak terlalu penting buatku,” lanjut pereli asal Spanyol tersebut.

Kecelakaan hebat sebenarnya cukup akrab dengan Goncalves. Pada 2016 saat Dakar berlangsung di Amerika Selatan, dia mengalami kecelakaan parah sebelum memasuki hari istirahat. Selanjutnya, dia juga harus absen pada edisi 2018 setelah mengalami cedera bahu saat latihan.

Pada tahun yang sama dia juga juga kecelakaan di kompetisi nasional Portugal. Akibat insiden itu dia harus naik meja operasi patah tulang limpa. Beruntung dia berhasil cepat pulih dan kembali berkompetisi di Reli Dakar 2019.

Read Previous

Cara Terbebas dari Jeratan Utang

Read Next

Demi Sajikan Film Believable, Biaya Produksi KKN di Desa Penari Capai Rp 15 M

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *