PDHI Cabang Kalbar Cegah Rabies

VAKSIN HEWAN: Tim kedokteran hewan yang tergabung dalam PDHI Cabang Kalbar saat memberikan pelayanan kesehatan hewan gratis, kemarin. ISTIMEWA

Tahun Ini, 1.881 Orang Tergigit

PONTIANAK – Hingga Juli 2019 tercatat sebanyak 1.881 orang digigit hewan penular rabies (HPR). Hal tersebut diungkapkan Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kalbar Nur Hidayatullah, kemarin.

Dijelaskan dia, jika dilihat dari data yang ada, laporan gigitan HPR pada 2018 di Kalbar tercatat sebanyak 3.584 orang. Bahkan, pada 2017, disebutkan dia, setidaknya ada 22 orang yang meninggal akibat gigitan hewan yang tertular rabies. “Tahun 2018, ada 25 orang yang meninggal dan hingga Juli 2019, ada delapan orang yang meninggal,” ucapnya.

Dalam upaya mencegah penularan rabies, mereka bersama Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar sendiri telah memberikan pelayanan hewan gratis berupa vaksinasi dan kastrasi, 15 – 16 Agustus lalu. Berdasarkan data tahun 2017 hingga 2019, sebanyak 13 kabupaten/kota di Kalbar telah ditemukan kasus rabies.

Dayat, sapaan karibnya, mengungkapkan, sejauh ini mereka sudah berupaya dan bekerja sama dengan pemerintah, dalam pencegahan dan pemberantasan rabies dengan tindakan vaksinasi dan sosialisasi rabies di beberapa kota. “Sejak awal kasus rabies di Kalbar, kami turut berperan aktif melakukan pencegahan dan pemberantasan rabies dengan bekerja sama Pemerintah Provinsi Kalbar ataupun Pemerintah Kabupaten/Kota. PDHI Kalbar turut langsung melaksanakan vaksinasi dan sosialisasi rabies di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Kota Singkawang,” ungkap Dayat.

Tak hanya itu, mereka juga melakukan upaya lain dalam meminimalisirkan kasus rabies di Kalbar seperti melakukan pengendalian populasi HPR dengan cara sterilisasi HPR betina dan kastrasi HPR jantan. Selain turut serta melaksanakan vaksinasi dan sosialisasi, pada awal 2019, mereka juga memberikan bantuan vaksin rabies kepada Pemerintah Kabupaten Sintang. Strategi pengendalian rabies bukan hanya vaksinasi dan sosialisasi, populasi HPR seperti anjing dan kucing, menurutnya juga perlu dikendalikan. “Tercatat beberapa kali PDHI bersama Pemprov, Pemkab/kota melaksanakan pengendalian populasi HPR dengan melaksanakan sterilisasi pada HPR betina dan Kastrasi HPR jantan,” ucap Dayat.

Ditegaskan dia bahwa PDHI sendiri selalu siap bekerja sama dengan pemerintah daerah, dalam rangka melakukan pencegahan dan pemberantasan rabies. Pihaknya juga berharap Kalbar dapat segera terbebas dari kasus rabies.

Sementara itu Kepala Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar M. Munif mengapresiasi pelayanan kesehatan hewan secara gratis tersebut. Terlebih, diakui dia bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti pelayanan kesehatan hewan gratis ini. “Tentu saya sangat bangga, karena masyarakat sungguh antusias. Sejak pagi hingga siang hari mereka berduyun-duyun untuk datang ke sini,” kata Munif.

Menurut Munif, kegiatan pelayanan kesehatan hewan gratis ini sebagai bentuk nyata lembaga, pemerintah, dan negara, hadir untuk melayani masyarakat dalam bentuk pelayanan kesehatan hewan-hewan kesayangan. (arf)

Read Previous

Karhutla Hanguskan SDN 19 Telayar

Read Next

Melihat Perpustakaan Untan yang Makin Kekinian

Tinggalkan Balasan

Most Popular