Pedagang Eceran Resah akan Sulit Mendapatkan Minyak

ECERAN: Cica, pedagang minyak eceran yang berjualan di Jalan Urai Bawadi.MIRZA/PONTIANAKPOST 

Pemberlakuan Nontunai Tahap Pertama

Pedagang minyak eceran resah. Pemberlakuan transaksi nontunai dianggap akan berdampak pada aktivitas eceran. Selama ini, pedagang eceran membantu pengendara yang tak ingin antre terlalu lama di SPBU. Apa yang membuat mereka ketar ketir?

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

Cica, adalah nama panggilan nenek berusia lebih dari setengah abab itu. Diketahui dia sudah belasan tahun menjadi penjual bahan bakar minyak eceran. Sempat beberapa kali pindah, kini ia memilih menjual bahan bakar kendaraan motor dan mobil itu, di Jalan Urai Bawadi. Tepatnya pas di depan Kantor Unit Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Provinsi Kalbar.

Pagi kemarin BBM jenis pertalite yang dijualnya menyisakan tiga ken lagi. Hampir sepuluh ken lainnya sudah kosong. “Aturan pemerintah akan memberlakukan pembayaran BBM sistem non tunai. Sedikit banyak akan berpengaruh pada kami (pedagang BBM eceran),” ungkapnya.

Sekarang zaman semakin sulit. Syukur-syukur bisa dapat minyak. Karena dari sinilah penyambung hidup.

Dituturkan dia, untuk mendapatkan berken-ken minyak ini didapat dari sang anak, yang antre membeli ke SPBU. Namun ia kini khawatir. Pasalnya aturan pembelian minyak dengan sistem non tunai mungkin saja akan memberatkan pedagang eceran.

Tetapi lanjut dia, keberadaan pedagang minyak eceran yang ada di tepian jalan sedikit banyak dapat membantu pengendara yang kehabisan bensin. Selain itu, para pelanggannya kadang malas antre sehingga memilih membeli minyak eceran.

Mudah-mudahan saja aturan tersebut tidak terlalu berdampak pada pedagang eceran seperti dia. Karena jika ke depan minyak sulit didapat maka secara tak langsung akan membunuh keberlangsungan para pedagang minyak eceran.

Mudah-mudahan saja Pertamina dan Pemerintah melihat positif negatif dari pemberlakuan aturan ini.

Pedagang minyak ecer lainnya, Dedi sudah mengetahui akan aturan pembelian BBM non tunai. “Sudah diberlakukan pada tahap pertama. Kalau tidak salah Minggu kemarin,” ungkapnya.

Tapi sampai kini, untuk transaksi pembelian BBM dia masih menggunakan tunai. Namun dari cerita temannya, sudah ada yang memulai membeli dengan cara non tunai. “Secara detail saya belum tahu seperti apa cara penggunaan kartu ini. Jikapun diberlakukan saya harap tidak memberatkan pedagang eceran,” ungkapnya.

Baginya apapun aturannya asalkan tidak memberatkan dirasa boleh-boleh saja. Pemerintah mesti jeli. Paling tidak mendengar suara akar seperti kami.(**)

Read Previous

Sepauk Miliki Dua Puskesmas

Read Next

Jelajah Turki Bersama PT Al Mahdar Travel

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *