Pedagang Pasar Rakyat Mulai Gunakan Transaksi QR Code

TRANSAKSI: Wali Kota Pontianak Edi Kamtono dan Kepala BI Kalbar Agus Chusaini saat menjajal transaksi menggunakan QR Code atau QRIS di Pasar Flamboyan. ISTIMEWA

PONTIANAK – Bank Indonesia kembali menggencarkan sistem pembayaran nontunai dengan sistem Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) atau QR Code terintegrasi di Pontianak. Salah satunya lewat program Pekan QRIS. Pada hari pertama Pekan QRIS, Kepala Kantor Perwakilan BI Kalbar bersama Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono beserta jajarannya menyambangi para pelaku UMKM di pasar-pasar tradisional di Pontianak.

Agus Chusaini menyebut, para pelaku UMKM atau pedagang kecil di Pontianak sudah mulai akrab dengan sistem nontunai, termasuk QRIS. Menurutnya, saat ini sudah ada 25.000 merchant di Kalbar yang memanfaatkan metode QRIS. Sebagian diantaranya adalah pedagang pasar rakyat, kendati angkanya masih kalah dibanding dengan outlet-outlet modern. “Memang masih sedikit. Di Pasar Flamboyan baru  5 pedagang. Walaupun 12 pedagang lainnya sedang menunggu penyelesaian dari PTEN. Di Pasar PSP ada 11 dan Pasar Teratai ada 10 pedagang terdaftar.

Pekan QRIS sendiri berlangsung pada 9-15 Maret. Hal ini guna menyosialisasikan teknologi untuk transaksi nontunai, utamanya dompet digital. Tidak hanya di Pontianak, Pekan QRIS juga digelar serentak di semua provinsi pada pekan yang sama. “Sosialisasi ini sejalan dengan kebijakan penggunaan QRIS yang telah dikeluarkan pada 1 Januari 2020. Tujuan penggunaan QRIS tidak lain untuk mendukung sistem pembayaran digital agar lebih efisien dan terstandar, serta memudahkan masyarakat,” ujar dia.

QRIS memiliki berbagai manfaat, di antaranya pembeli dan penjual tidak perlu menyediakan uang tunai. Dengan begitu, proses transaksi dapat lebih aman dan tercatat di platform digital yang digunakan. Agus menyebutkan, saat ini sudah ada ribuan merchant di Kalimantan Barat yang memakai QRIS.

Menurutnya QRIS sangat efisien bagi perbankan maupun Fintech dompet digital. Begitu pula bagi Merchant, nyaris tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan untuk pembelian prasarana sistem ini. “Sistem ini tergolong nol investasi. Tidak perlu sediakan mesin EDC, cukup stiker atau kertas print yang ada barcodenya. Lewat QRIS konsumen juga tidak perlu repot membawa uang fisik. Dompet digital dan perbankan yang punya scan QR sudah bisa terhubung di satu server,” papar dia.

Pekan QRIS sendiri bertujuan untuk meningkatkan penggunaan QRIS dengan sasaran masyarakat dan merchant komunitas untuk dapat memastikan penggunaan QRIS dapat meluas. Selama seminggu penuh, berbagai program dan event akan digelar. Misalnya ada Senam Zumba, talkshow dan kerjasama dengan beberapa kampus, kunjungan ke Gubernur Kalbar, lomba video Tik Tok, pertunjukan seni, dan lain-lain. Kendati diwajibkan digunakan per 1 Januari 2020, namun kebanyakan merchant di Indonesia, termasuk Kalbar, belum memiliki QRIS, sehingga sosialisasi dirasakan perlu. (ars)

 

 

 

Read Previous

Sejumlah Isu Jadi Perhatian

Read Next

Boyong Produk UMKM, Laku Terjual

2 Comments

  • Hobi bermain game, Takut kalahh?? Tenang dupa88 mempunyai promo Welcome cashback,
    anda dapat meraih kemenangan anda di kesempatan kedua sesuai modal pertama anda 100%,
    tunggu apa lagi hanya di dupa88,net yang berani memberikan bonus promo casback, buruan bergabung sekarang juga.

  • Bola165 ,co game yang tiada bosan-bosannya untuk dimainkan,
    gimana mau bosan?? gara-gara game ini nih, makin ceria dompet gue…
    gak perlu repot ke sana ke mari cari rejeki….
    gak percaya?? silahkan aja tengok dan jangan lupa, join now kalo mau ceria juga isi dompet kalian boss…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *