Pegawai Bank Kalbar Diajak Dekat Dengan Alquran

SERAHKAN BANTUAN : Direktur Utama Bank Kalbar Samsir Ismail (tengah) didampingi jajaran direksi, menyerahkan bantuan untuk Ponpes Ar Rahim. DOKUMENTASI BANK KALBAR

PONTIANAK – Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat atau Bank Kalbar menyelenggarakan bimbingan kerohanian di lingkungan pegawai Bank Kalbar. Kegiatan yang diadakan secara virtual dengan seluruh unit layanan Bank Kalbar yang tersebar di Kalimantan Barat dan DKI Jakarta itu, digelar dalam rangka memperingati Nuzulul Quran.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Dewan Komisaris, Direksi, Karyawan dan Karyawati Bank Kalbar. Selain bimbingan kerohanian, dalam kesempatan yang sama, Bank Kalbar juga menyerahkan bantuan kepada Ponpes Ar Rahim. Direktur Utama Bank Kalbar, Samsir Ismail menyerahkan bantuan tersebut secara langsung kepada perwakilan pondok pesantren.

Dalam sambutannya, Samsir mengatakan, kegiatan bimbingan rohani dilakukan dalam rangka memperingati Nuzulul Quran sebagai bulan diturunkannya Alquran. “Hari Ini sudah memasuki tanggal 23 Ramadan, mudah-mudahan kita diberkahi Allah. Kita juga berharap pada bulan ini kita mendapatkan Lailatul Qadar,” ungkap Samsir.

Besar harapannya, melalui kegiatan ini para pegawai Bank Kalbar dapat menjadikan Alquran sebagai petunjuk, sekaligus menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai acuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan cara itulah, keridhoan Allah bisa diraih.

Sementara itu, Ustaz Djalaluddin Ahmad dalam tausiyahnya menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momen untuk meraih keberkahan dengan Alquran, serta mendapat ampunan sebanyak-banyaknya. Bulan Ramadan menurutnya bulan yang penuh dengan kemuliaan, sebab pada bulan itu Alquran yang merupakan kitab suci Umat Islam diturunkan.

“Alquran diturunkan pada bulan Ramadan, bulan penuh dengan kemuliaan. Di bulan ini, Allah mengingat kita, sudah seberapa jauh kedekatan kita dengan Alquran,” tuturnya.

Menurutnya, masih ada waktu sekitar satu minggu lagi untuk meraih pahala dan keberkahan di bulan suci ini. Terlebih pada 10 hari terakhir bulan Ramadan, Allah menjanjikan satu malam yang istimewa, yakni Malam Lailatul Qadar. Apabila seorang muslim dapat meraih malam tersebut, maka akan mendapat pahala dan keberkahan yang lebih baik dari seribu bulan atau setara 83 tahun. “Sisa hari pada Ramadan tahun ini jangan disia-siakan, mari maksimalkan ibadah kita, maksimalkan tilawah kita,” tuturnya.

Dia pun mengajak, pada pekan terakhir di bulan Ramadan untuk memanjatkan doa dan memohon ampunan. Sebab salah satu yang dianjurkan di akhir-akhir Ramadan adalah meminta ampunan atas dosa dan kehilafan yang telah dilakukan. “Semoga amalan kita diterima oleh Allah dan dipertemukan dengan Ramadan akan datang. Diampunkan dosa kita, orang tua, guru-guru dan muslim muslimat,” harapnya. (sti)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!