Pejabat Mempawah Kompak Sosialisasikan Protap Kesehatan

SOSIALISASI: Bupati mensosialisasikan disiplin protap kesehatan.

Sanksi Tegas Menanti Pelanggar

MEMPAWAH – Pemerintah Kabupaten Mempawah secara masif melakukan sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) nomor 50 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengandalian Covid-19. Sosialisasi menyasar cafe, warung kopi, dan pasar-pasar di Kabupaten Mempawah.

Seluruh pejabat daerah di Kabupaten Mempawah pun kompak melaksanakan sosialisasi Perbup nomor 50 tahun 2020. Bahkan, Bupati Mempawah, Hj Erlina SH MH beserta Muspida turun langsung ke lapangan memimpin tim sosialisasi di Kota Mempawah. Sedangkan Wakil Bupati, H Muhammad Pagi melaksanakan kegiatan serupa di lingkungan Pasar Sungai Pinyuh, Rabu (9/9), sekitar pukul 20.00 WIB.

Di Kota Mempawah, tim menyambangi Cafe WK Kampoeng Pasar Mempawah dan Cafe Goncang Lidah. Sedangkan di Sungai Pinyuh, Wakil Bupati bersama Waka Polres Mempawah mendatangi Warung Kopi Sinar Pagi, Cafe Bambu, Cafe Kuy dan Cafe Orange House. Mereka memberikan informasi dan edukasi seputar Perbup nomor 50 tahun 2020 kepada masyarakat pengunjung.

Dalam pelaksanaan sosialisasi itu, Bupati Mempawah, Hj Erlina SH MH mengingatkan masyarakat pentingnya penerapan protap kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Sebab, pelaksanaan protap kesehatan sebagai langkah strategis untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang masih merebak.

Sebagaimana telah ditetapkan melalui Perbup nomor 50 tahun 2020, Erlina mengatakan, masyarakat baik itu perorangan, pelaku usaha, ASN, honorer hingga TNI / Polri diwajibkan mematuhi protap kesehatan. Yakni, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari keramaian, serta selalu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.

Dan bagi pelaku usaha, Erlina mengungkapkan diwajibkan menggunakan masker saat melayani pembeli, menyediakan sarana cuci tangan, upaya identifikasi dan pemantauan kesehatan bagi orang yang beraktivitas di lingkungan kerja, mengatur jarak duduk, serta membersihkan lingkungan usaha dengan desinfektan secara rutin.

Kemudian, Perbup nomor 50 tahun 2020 juga mengatur sanksi tegas kepada masyarakat perorangan maupun pelaku usaha yang melanggar protap kesehatan.

Selanjutnya, pada pasal 7 Perbup 50 tahun 2020 mengatur tentang sanksi. Untuk perorangan, sanksinya mulai dari teguran lisan atau tertulis, kerja sosial selama 15 menit, denda administrative sebesar Rp100 ribu serta dilakukan swap dan wajib karantina hingga hasil swab diumumkan.

Sedangkan pelaku usaha, sanksinya denda administrasi sebesar Rp1 juta, penutupan sementara tempat usaha, pencabutan izin usaha serta apabila terjadi kluster Covid-19 dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang, maka biaya pengobatannya ditanggung oleh si penanggungjawab kegiatan. Serta, sanksi bagi ASN berupa pemotongan uang tambahan penghasilan (TP) sebesar 5%.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung penegakan disiplin protap kesehatan Covid-19 ini. Karena, penerapan protap kesehatan ini demi kebaikan kita bersama guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegas Erlina. (*)

error: Content is protected !!