Pejabat Terpapar Mulai Membaik

Edi Rusdi Kamtono

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kondisi Wakil Wali Kota, Sekda dan Asisten I yang terkonfirmasi Covid19 kini semakin membaik. Perawatan pun dilakukan dengan isolasi mandiri di rumah. “Ia, Wakil Wali Kota, Sekda dan Asisten I terkonfirmasi covid 19. Namun keadaannya tanpa gejala dan berangsur baik. Untuk di jajaran Pemerintah Kota Pontianak memang ada yang terkena covid. Namun tidak sebanyak yang lalu-lalu,” ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Rabu (9/6).

Ia mengimbau, bagi siapapun yang kurang enak badan atau mendapati gejala seperti covid, dapat melakukan pengecekan kesehatan. Baik di puskesmas ataupun rumah sakit. Mengetahui gejala covid secara dini penting.  Sehingga masyarakat dapat melakukan uji usap atau antigen. Dengan begitu potensi untuk sembuh juga cepat. Dalam penanganan covid sendiri, yang rentan bagi masyarakat miliki penyakit bawaan. Namun jika terpapar covid, tetapi tidak bergejala, cukup melakukan isolasi mandiri di rumah dan  mengkonsumsi makanan sehat serta mengikuti anjuran dari dokter.

Dari data terakhir, diakui penularan covid di Kota Pontianak tinggi. Jika dilihat dari zona, memang masih direntang orange. Tetapi jika temuannya makin banyak, bisa berubah ke zona merah. “Ada 248 kasus baru. Tapi tingkat kesembuhannya juga tinggi. Tapi tingkat ketertularannya juga tinggi. Kemarin saja ada 118 positif.Okupansi rate juga di atas 80 persen. Tentu harus dikendalikan,” ujar Edi Rusdi Kamtono.

Upaya menurunkan ketertularan covid 19, Pemkot Pontianak kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Waktunya selama 14 hari. “Saya minta masyarakat Pontianak mendukung program ini sebagai upaya buat menurunkan angka ketertularan covid,” ujarnya.

Caranya dengan menerapkan protokol kesehatan. Sejauh ini pemberlakuan prokes, pandangan Edi masayarakat sudah paham dan cerdas. Sekarang, tinggal bagaimana masyarakat dapat disiplin dan menahan diri untuk sementara waktu, agar Pontianak tetap aman, nyaman sehingga aktivitas ekonomi terus bergerak.

Edi juga mengevaluasi untuk beberapa kegiatan masyarakat yang melibatkan  orang ramai. Seperti pelaksanaan resepsi pernikahan harus dibatasi dan waktunya jangan terlalu lama. Untuk pelaku usaha, juga dapat kembali mengencangkan prokes pada konsumennya. Ketika ditanya tentang kluster penularan, di Kota Pontianak sekarang sudah sulit untuk mendeteksinya. “Virus sudah ada dimana-mana. Jadi untuk mendeteksinya sekarang susah,” tandasnya.(iza)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!