Pekerja Migran Indonesia Harus Selalu Divaksin Covid-19

VAKSINASI: PMI divaksin Covid-19 sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona. (Istimewa)

PONTIANAK – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi pelintas batas negara antara Kalbar (Indonesia)-Sarawak (Malaysia) berjumlah puluhan ribu. Data tersebut terkover sejak Januari 2021 silam.

Sebagian besar tercatat sebagai Pekerja Migran Indonesia yang akan pulang ke Indonesia. Memutus mata rantai penyebaran COVID-19, vaksinasi merupakan jalan keluar terbaik selain penerapan 5 M di masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Suriansyah menyambut positif upaya vaksinasi kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sudah dilakukan tim Satgas COVID-19 Kalbar, demi membatasi penularan kasus corona yang berasal dari negara tetangga.

“Kalau tidak salah mencapai 35-37 ribu yang melintasi batas negara. Terbanyak adalah pekerja migran yang akan pulang ke Kalbar -Indonesia,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya pemerintah Kalimantan Barat melalui tim satgas COVID-19 sudah melakukan vaksinasi kepada sekitar 34.491 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pelaksanaan vaksinasi tersebut dilakukan, sebelum para pahlawan devisa itu pulang ke daerah asalnya.

“Ini artinya dengan vaksin, juga menjadi upaya Kalbar mencegah penyebaran COVID-19,” ucapnya.

Berdasarkan data PMI yang masuk ke wilayah Kalbar melalui beberapa PLBN, per data 10 September 2021 tercatat sebanyak 85 orang masuk melalui PLBN Jagoi Babang, 135 orang masuk melalui PLBN Badau, 23.739 orang masuk melalui PLBN Entikong, dan 13.391 orang masuk dari PLBN Aruk.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, saat menerima Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, yang berkunjung ke Kalbar menyampaikan bahwa total jumlah PMI yang pulang melalui Provinsi Kalbar hingga saat ini sebanyak 37.390 orang. Komposisinya sebanyak 37,21 persen asal Kalbar. Berikutnya 62,79 persen berasal dari luar Kalbar.

“Untuk PMI dari luar Kalbar rencananya akan langsung dipulangkan ke daerah asalnya melalui Kuching,” jelasnya.

Kehadiran Menhub RI dan Ketua Komisi V DPR RI ke Kalimantan Barat selain masuk dalam agenda rangka kunjungan kerja juga meninjau wilayah perbatasan di PLBN Aruk, Kabupaten Sambas, dan PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau, didampingi Wakil Gubernur Kalbar menggunakan helikopter dari Bandara Supadio.

Ketua Komisi V DPRD Kalbar, Edy R Yacoeb memuji langkah cepat tim Satgas COVID-19 untuk terus memberikan vaksinasi kepada PMI yang datang dari negeri Jiran, Malaysia ke Kalbar, Indonesia.

“Harus divaksin COVID-19. Jika tidak angka penyebaran COVID-19 bakalan meledak lagii. Makanya kita puji langkah tim Satgas COVID-19 di wilayah perbatasan,” ujarnya singkat. (den)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!