Pekerja Positif Covid-19 Diserahkan ke Pemkab

Gubernur Kalbar, Sutarmidji. foto Shando Safela

Midji Minta Tempat Isolasi Layak

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya memberikan fasilitas yang layak kepada para pekerja bangunan Bumi Raya City Mall yang diisolasi karena positif Covid-19. Selain itu ia juga menyayangkan pernyataan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan yang mengatakan pasien positif Covid-19 tanpa gejala bisa sembuh dengan sendirinya.

Midji sapaan akrabnya mengungkapkan, awalnya para pekerja bangunan ini sempat diisolasi di Upelkes milik Pemprov Kalbar. Namun pada Sabtu (1/8), mereka diserahkan ke Pemkab Kubu Raya untuk diisolasi di fasilitas yang disiapkan pemerintah setempat.

“Tapi saya juga minta tempat isolasinya harus layak, kami minta dicarikan tempat yang layak,” ungkapnya.

Pemkab Kubu Raya menurutnya harus benar-benar mengurus satu kluster ini karena ditemukan di wilayah tersebut. Selain itu ia juga mengaku kasihan jika mereka ditempatkan di tempat isolasi yang tidak layak. Mereka yang dinyatakan positif Covid-19 lanjut dia pasti memiliki beban psikologis dan rasa takut. Karena itu mereka perlu mendapat perawatan yang baik.

Midji pun menyayangkan komentar Bupati Muda Mahendrawan di media sosial yang mengatakan mereka yang positif Covid-19 tanpa gejala, dapat sembuh dengan sendirinya. “Tak layak seorang bupati bilang (mereka) tak perlu dirawat, bisa sembuh sendiri, ini pelecehan terhadap perawat dan dokter yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk kesembuhan pasien,” tegasnya.

Terpisah Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, mengatakan sejak Sabtu sore (1/8) para pekerja bangunan Bumi Raya City Mall yang positif Covid-19 sudah dijemput oleh Tim Dinas Kesehatan Kubu Raya untuk dibawa ke Rumah Isolasi Covid-19 Kubu Raya di Rasau Jaya. Dengan menggunakan alat pelindung diri lengkap dan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan, Sabtu malam, Muda berkomunikasi sekaligus memberikan semangat langsung bagi 17 pasien positif Covid-19 yang ditempatkan di rumah isolasi Covid-19 Kubu Raya.

Ia mengaku menanggapi serius terhadap adanya penambahan warga yang terinfeksi Covid-19. “Ini penularannya antar wilayah, jadi pasien bisa saja terjangkit di mana saja. Kebetulan yang bersangkutan berdiam di Kubu Raya,” kata Muda Mahendrawan.

Menurut Muda hingga saat ini kampanye pembatasan sosial dalam berbagai kegiatan masih terus dilakukan. Di jajaran pemerintahan pun aktivitas yang memerlukan pertemuan fisik telah dibatasi.

Di Kabupaten Kubu Raya lanjutnya protokol kesehatan, selalu diterapkan dan dikampanyekan di masyarakat. Bahkan, Kabupaten ini juga melibatkan anak-anak usia sekolah sebagai duta New Normal, yang menjadi agen kampanye untuk mengedukasi sekaligus mensosialisasikan ke masyarakat mengenai disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Kata Muda, beragam cara juga telah dilakukan pemerintah kabupaten ini. Dia menilai, jika masih terdapat warga yang terkena Covid-19, maka tidak mustahil masih banyak warga yang tidak mengindahkan prosedur kesehatan kebiasaan baru.

Muda juga menyatakan kegusaran yang sama dengan temuan baru ini terkait konfirmasi Covid-19 ini. Terlebih, adanya pekerja dari luar Kalbar yang terkena Covid-19.

“Untuk pekerja dari luar kota, saya akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja serta Dinas Pekerjaan Umum, agar kontraktor yang akan membawa pekerja dari luar baik melalui kapal atau pesawat untuk melaporkan diri,” tegasnya.

Temuan kasus warga Kubu Raya ini, ujar Muda, harus menjadi perhatian semua warga Kubu Raya agar tidak meremehkan kasus Covid-19. “Mencegah lebih baik daripada mengobati, ayo lebih waspada,” imbaunya.

Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan mengatakan dari 17 pasien positif Covid-19 itu terdiri dari dua orang perempuan dan 15 orang laki-laki. “Semua pekerja ini merupakan orang luar Kubu Raya, kebetulan saja mereka bekerja di wilayah Kubu Raya,” ujarnya.

Marijan pun mengaku semua pasien Covid-19 tersebut hingga saat ini mendapatkan pemantauan dan perawatan intensif dari tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Kubu Raya. “Kalau tidak salah 22 Juli lalu semuanya sudah di swab tes, dan sesuai prosedur kalau sampai 10 hari sejak swab tes pertama dilakukan mereka  tidak ada gejala lanjutan, maka mereka  bisa dinyatakan sembuh,” jelasnya.

Mengingat kontrak kerja dari 17 pesien konfirmasi Covid-19 tersebut juga telah berakhir, kata Marijan, kalau tidak ada halangan, pekan depan semua pekerja tersebut akan kembali ke daerah asalnya di Jawa Tengah.

Di kesempatan yang sama, Marijan pun mengaku pemerintah Kabupaten Kubu Raya tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat di kabupaten ini untuk selalu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Jaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal masing-masing, jaga daya tahan imunitas tubuh, terus terapkan disiplin protokol kesehatan dan, mari sama-sama kita putus mata rantai dan cegah penyebaran Covid-19 ini sehingga pada  akhirnya pandemi  Covid-19 ini bisa segera berakhir,” pungkasnya. (bar/ash)

loading...