Pelajar Gelar Konvoi Kelulusan di Malam Hari

KONVOI: petugas saat mendata pelajar yang melakukan konvoi kendaraan. ISTIMEWA 

MEMPAWAH – Puluhan pelajar di Kabupaten Mempawah menggelar konvoi kendaraan merayakan pengumuman kelulusan tingkat SMA, SMK dan MA/sederajat di Jalan Raya Sungai Pinyuh, Minggu (3/5) malam. Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diingikan, aksi para pelajar itu dihadang petugas gabungan.

Di tengah merebaknya pandemi Covid-19 di Kabupaten Mempawah, puluhan pelajar dari sejumlah kecamatan nekad melakukan konvoi kendaraan di Jalan Raya Sungai Pinyuh. Parahnya, konvoi kendaraan dilakukan malam hari.

Mengantisipasi dampak negatif dari aksi konvoi kelulusan tersebut, petugas gabungan TNI/Polri dan Sat Pol PP Pemkab Mempawah menggelar razia di sejumlah ruas jalan di Pasar Sungai Pinyuh. Petugas mendatangi titik kumpul pelajar di Cafe Bamboo depan SMK Panca Karsa, Jalan Seliung dan Jalan Baru, Sungai Pinyuh.

Melihat kedatangan petugas, puluhan pelajar dengan sepeda motornya mencoba melarikan diri. Tak pelak, aksi saling kejar antara petugas dan pelajar pun tak terelakan. Namun, para petugas lebih cekatan sehingga berhasil menghadang dan menghentikan aksi konvoi kendaraan tersebut.

Berhasil dihadang, puluhan pelajar beserta kendaraannya diamankan di Mapolsek dan Pos Lantas Sungai Pinyuh. Petugas melakukan pendataan dan memberikan pengarahan kepada para pelajar itu.

“Setelah diamankan, kami mendata identitas dan asal sekolah para pelajar ini. Ternyata tidak semua perserta konvoi itu adalah pelajar. Dari 29 orang yang diamankan, 2 orang tidak bersekolah,” ungkap Kapolrse, AKBP Tulus Sinaga didampingi Kasat Lantas, AKP Rio Sigal Hasibuan.

Selanjutnya, imbuh Kapolres, pihaknya melakukan pemanggilan terhadap orang tua pelajar tersebut. Para orang tua diminta untuk datang ke Mapolsek Sungai Pinyuh agar menjemput anaknya pulang kerumah dan membuat surat pernyataan.

“Dari 21 kendaraan sepeda motor yang terjaring razia, kami memberikan sanksi tilang terhadap 11 kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan dokumen berkendara dan 4 unit sepeda motor terpaksa kami tahan sebagai jaminan,” pungkasnya.(wah)

error: Content is protected !!