Pelang Berasap Lagi

TERBAKAR: Lahan di kawasan Pelang, Matan Hilir Selatan, kembali terbakar. Kebakaran terjadi di KM 17-20 Jalan Pelang-Tumbang Titi. ISTIMEWA

MUARA PAWAN – Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di Ketapang. Terbaru, kebakaran lahan cukup parah terjadi di daerah Pelang, Matan Hilir Selatan. Hingga saat ini, petugas gabungan masih berusaha memadamkan api. Kebakaran terjadi sejak beberapa hari lalu tepatnya di kilometer 17-20 Jalan Pelang-Tumbang Titi.

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat, yang turun langsung ke lokasi kebakaran mengatakan kebakaran tersebut cukup parah dan merugikan banyak pihak. Dampak yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut dirasakan oleh seluruh sektor. Mulai dari perekonomian, pendidikan dan kesehatan. Selain itu, biaya yang dikeluarkan untuk memadamkan kebakaran ini juga tidak sedikit, dan itu menggunakan dana dari pemerintah.

Kapolres yang juga didampingi Dandim 1203 Ketapang, Letkol Kav Jami’an, mengaku jika masalah karhutla ini adalah masalah yang cukup serius dan harus ditangani dengan serius pula. Semua pihak bahu-membahu mencegah agar tidak terjadi karhutla. Jika ada kebakaran, semua pihak harus turun bersama-sama memadamkan api.

“Kita Satgas Karhutla Polres Ketapang beserta Kodim 1203 Ketapang, BPBD Ketapang dan Manggala Agni turun bersama padamkan api di Desa Pelang ini. Apinya cukup besar dan kami sempat kesulitan memadamkan titik api dikarenakan lahan yang terbakar itu adalah lahan gambut serta sulitnya akses ke sumber air yang mulai mengering,” kata Yury.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga sore hari. Api yang cepat membesar dikarenakan tiupan angin yang cukup kencang membuat tim berjibaku memadamkan api dengan tenaga ekstra. Jika salah dalam proses pemadaman api, maka berakibat fatal kepada petugas.

Pihaknya sudah memetakan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. Personil Polres serta Perlengkapan pemadaman juga sudah disiapkan mulai dari tingkat Polres sampai Polsek. Namun karena lahan yang terbakar didominasi struktur gambut kering serta beberapa titik api yang jauh dari sumber air, pemadaman dan pendinginan jadi sulit. “Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan titik api. Kami terus melakukan pemantauan titik api setiap harinya serta melakukan upaya pemadaman apabila ada ditemukan titik api hingga benar-benar padam,” tegasnya.

Dalam penanganan kathutla ini, pihaknya telah menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan untuk kepentingan apapun. Jika masih ada warga yang melakukan pembakaran dengan sengaja, maka pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak pelakunya. Hingga saat ini, sudah ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena membakar lahan dengan sengaja.

“Kami ingatkan lagi, sanksi hukum bagi pelaku pembakar hutan dan lahan tegas. Kami minta masyarakat bisa bekerjasama dengan Polisi untuk mencegah dampak kebakaran hutan maupun lahan yang merugikan banyak pihak,” pungkas Kapolres. (afi)

Read Previous

Rasa Nasionalisme Sudah Mulai Luntur?

Read Next

Motor vs Motor di Serimbu, Satu Tewas dan Satu Kritis

Tinggalkan Balasan

Most Popular