Pelanggar Sidang Tilang di Tempat

tilang sidang di tempat

SIDANG DI TEMPAT: Sidang tilang di tempat melibatkan Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan hari ke-13 operasi Zebra Kapuas 2019 di Kota Singkawang. Di titik operasi di Jalan Padang Pasir, Singkawang Selatan, Senin (4/12). HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

Tuntaskan 47 Pelanggaran

SINGKAWANG—Ada pemandangan tak biasa di hari ke-13 pada operasi Zebra Kapuas 2019 di Kota Singkawang pada titik operasi di Jalan Padang Pasir, Singkawang Selatan, Senin (4/12) kemarin.

Pasalnya tiga instansi yang tergabung dalam Criminal Justice System (CJS) bersinergi dalam penegakan hukum lalu lintas. Dimana dilokasi tersebut siapapun pengendara langsung mendapat penanganan tuntas atas pelanggaran dilakukan. Polisi melakukan penilangan, lalu kemudian diajukan ke pengadilan lalu si pengendara dieksekusi oleh kejaksaan dengan membayar denda pelanggaran lalu lintas.

“Begitu pengendara mendapat tilang, lalu diajukan ke pengadilan. Dalam sidang ditempat tersebut pengendara langsung dijatuhi hukuman berupa pembayaran denda. Pengendara membayar denda yang ditetapkan hakim ke kejaksaann sebagai eksekutor,” ungkap Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi melalui Kasat Lantas Polres Singkawang AKP Syaiful Bahri kepada koran ini, Senin (4/11).

Pada sidang tilang ditempat ini bertindak sebagai petugas dari Polri Aiptu Rusmono, dengan hakim persidangan Satriadi SH didampingi Panitera Adie Tirto, SH, sementara di pihak kejaksaan Negeri Singkawang dilakukan Kasi pidum Erhan Lidiansyah, SH, MH sebagai jaksa.

Sidang tilang ditempat ini memperkarakan sebanyak 47 pengendara yang menyalahi aturan berlalu lintas. Usai dilakukan penilangan kepolisian para pelanggar aturan ini langsung diajukan ke ruang persidangan terbuka. Para pelanggar lalu lintas setelah diajukan langsung berhadapan dengan hakim sidang. Suasana persidangan layaknya di Pengadilan pada umumnya, hal tersebut terlihat meja dan kursi tersesuan dalam persidangan. Dimana disamping hakim duduk berdiri tegak Bendera Merah Putih dan disisi lainya bendera Logo Pengadilan Negeri serta kelengkapan sidang lainnya. “Begitu hakim menjatuhkan amar putusan, maka pelanggar lalu lintas harus menemui kejaksaan untuk membayar denda,” ungkapnya.

Dari sisi pelanggaran, Kasat Lantas mengatakan pelanggaran yang dilakukan warga bervariasi mulai dari tidak menggunakan tali pengaman kendaraan, tidak memiliki SIM, tidak menggunakan helm ber-SNI dan pelanggaran lainya yang dianggap melanggar ketentuan berkendara.

Kasat Lantas AKP Syaiful Bahri menjelaskan bahwa sinergisitas antar lembaga CJS juga merupakan sebuah edukasi ke masyarakat tentang tata cara bagaimana penegakan hukum berlalu lintas berjalan. “Sehingga masyarakat yang melakukan pelanggaran mengetahui alur proses penegakan hukum sebuah pelanggaran berlalu lintas,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengendara, Yanto, merasa kaget sewaktu dirinya ditilang. Ia pun pasrah. Setelah mendapatkan penilangan ia pun langsung duduk dibangku pemanggilan. Tak selang lama, ia dipanggil untuk disidangkan oleh hakim. Ia pun ditanya pelanggaran yang dilakukan dan ia mengakui kesalahannya. Ketukan palu pun jatuh dan ia divonis bersalah, lalu ia pun membayar denda.

“Awalnya kaget. Saya pasarah terkena tilang. Lalu masuk sidang. Langsung bayar denda ke jaksa. Ternyata tidak ribet, sebentar. Perkara selesai ditempat,” ungkapnya. Ia pun diwajibkan membayar Rp 50.000 ke kejaksaan. (har)

Read Previous

Wabup Larang ‘Naturalisasi’ Qori

Read Next

Kian Meluas, Aneka Motif Tenun Bermunculan