Pelatihan Teknis Administrasi Berbasis IT

DIABADIKAN: Alfian MM (tengah) diabadikan bersama narasumber, panitia dan peserta pelatihan teknis.FOTO AGUS SULAIMAN

BADAN Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (10/9) kemarin membuka dua kegiatan Pelatihan yakni; Pelatihan Teknis Administrasi Berbasis IT dan Pelatihan Conversation Course.

Pelatihan dibuka langsung Kepala BPSDM Kalbar, Drs. Alfian, MM diikuti 30 peserta pada masing-masing pelatihan, dengan sasaran peserta ASN yang memiliki tugas dan fungsi dalam pengelolaan administrasi perkantoran pada masing-masing Perangkat Daerah dan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk Pelatihan Teknis Administrasi Berbasis IT.

Sementara untuk Conversation Course pesertanya adalah PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang berkeinginan untuk meningkatkan potensi dan kemampuannya dalam melakukan percakapan dengan menggunakan Bahasa Inggris. Tenaga Pengajar/Fasilitator pada Pelatihan Teknis Administrasi Perkantoran Berbasis IT adalah dari Arsip Nasional Republik Indonesia, Biro Organisasi Setda Provinsi Kalimantan Barat, Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia “OPTIMIS” dan Widyaiswara BPSDM Provinsi Kalimantan Barat. Sedangkan Tenaga Pengajar/Fasilitator pada Conversation Course adalah narasumber dari UPT Balai Diklat Bahasa Lembaga Administrasi Negara RI.

Dalam sambutannya, Alfian mengatakan, Salah satu yang mempengaruhi kinerja instansi pemerintah daerah adalah pemanfaatan teknologi informasi. “Perkembangan teknologi informasi harus direspon oleh organisasi dengan mendesain sistem informasi berbasis teknologi komputer atau website. Sistem informasi yang didukung teknologi informasi dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi jika didesain menjadi sistem informasi yang efektif,” katanya. Salah satu penyebab kurang berkembangnya pemanfaatan e-government di Indonesia jelas Alfian, adalah kurangnya infrastuktur dan aplikasi pendukung teknologi informasi di lingkungan kantor pemerintahan. “Ditambah budaya dan perilaku pegawai negeri yang masih enggan untuk mulai memanfaatkan teknologi informasi dalam mendukung kegiatan perkantoran. Maka perlu sebuah komitmen serta inovasi dari ASN untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan,” tuturnya.

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan Masyarakat Ekonomi ASEAN ada banyak kendala yang kita hadapi. “Indonesia saat ini sangat tertinggal jauh dari sebagian negara-negara di Asia Tenggara. Salah satu permasalahan yang dihadapi sebagian besar masyarakat Indonesia adalah masih lemahnya penguasaan bahasa asing seperti bahasa Inggris,” paparnya.

Penguasaan Bahasa Inggris menjadi salah satu persyaratan utama dalam melakukan kerjasama diberbagai bidang. “Itu sebabnya, kita sekarang harus benar-benar dipersiapkan dan mempersiapkan diri paling tidak bisa menguasai satu bahasa asing. Apakah itu bahasa Jepang, Mandarin atau yang umum dipakai di dunia internasional, yaitu bahasa Inggris,” pungkasnya.(ags/ser)

 

Read Previous

Pontianak Post Siapkan Program Bagi Siswa

Read Next

Anak Cengeng, Karakter atau Kebiasaan?

Tinggalkan Balasan

Most Popular