Pelayanan IGD RSUD Sintang Dibuka Kembali

foto ilustrasi.

SINTANG- Kepala Dinas Kominfo Kabupten Sintang Kurniawan menyampaikan bahwa pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang telah memberikan pelayanan mulai tanggal 17 Oktober 2020 jam 07.00 wib.

“Selamat malam izin menyampaikan informasi IGD RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang telah memberikan pelayanan pelayanan kembali mulai tgl 17 Oktober 2020 jam 07.00 wib.”tulisnya melalui pesan Whatsapp nya.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa Dua pelayanan di RSUD Ade M Djoen Sintang Instalasi Gawat Darurat dan Poli Kandungan tutup lantaran hasil swab salah satu tenaga kesehatan di rsud ade m. djoen sintang, positif terkonfirmasi covld-19, hasil swab diketahui pada hari kamis, 15 oktober 2020 pada jam 18.18 wib. hal tersebut tertuang dalam rilis tertulis pihak rsud Ade M Djoen sintang pada kamis,(15/10).

Kesimpulan zoom meeting dalam rangka mencegah proses penularan dan penanggulangan tenaga kesehatan yang kontak erat desinfeksi ruangan pelayanan instalasi gawat darurat selama 12jam

“Menutup pelayanan instalasi gawat darurat selama proses desinfeksi dilakukan, pelayanan IGD dialihkan ke puskesmas rawat inap dan RS terdekat,”Kata Rossa.

Ditutupnya Poli Kandungan sangat cukup beralasan lanjut Rossa karena istri dari tenaga kesehatan tersebut bekerja di ruang poli kandungan, maka desinfeksi dilakukan juga di ruang poli kandungan.

“Kami menutup pelayanan poli kandungan selama 1 hari, tanggal 16 oktober 2020, pelayanan diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat,pelayanan instalasi gawat darurat akan dibuka kembali pada jam 15.00 wib tanggal 16 oktober 2020. pelayanan poli kandungan akan dibuka kembali tanggal 19 oktober 2020,”bebernya.

Alasan penutupan pelayanan kata Rossa pertama dilakukan desinfeksi ruangan,dilakukan pelacakan kontak atau tracing pada petugas yang kontak erat dengan yang terkonfirmasi covid 19.dilakukan pemeriksaan PCR Swab bagi petugas yang kontak erat, penyiapan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan di instalasi gawat darurat dan poli kandungan.

“Bukan hanya itu saja tetapi kami juga melakukan langkah-langkah lainya mulai dari penyiapan alat pelindung diri (APD) tenaga kesehatan,menaikkan tingkat perlindungan tenaga kesehatan di instalasi gawat darurat, dari tingkat perlindungan ll ke tingkat perlindungan.” katanya.

Di ingatkan kembali bahwa jam besuk di tiadakan selama pandemi covid 19 dan penunggu pasien di batasi cukup 2 orang. 5.

Dasar tersebut akhirnya Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang melalui RSUD Ade.M.Djoen Mengumumkan yang isinya diberitahukan kepada masyarakat kabupaten Sintang dan sekitarnya pelayanan di instalasi gawat darurat rumah sakit umum daerah Ade Muhammad Djoen Sintang untuk sementara ditutup karena proses sterilisasi pelayanan akan dibuka kembali sampai dengan pemberitahuan selanjutnya.

bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan maka di arahkan untuk ke instalasi gawat darurat rumah sakit TK IV Sintang,puskesmas Sungai Durian,puskesmas Dara Juanti.(*)

error: Content is protected !!