Pelintas Ke Malaysia, Belum Diperbolehkan

LAYANI PASPOR : Kantor Imigrasi Sambas mulai layani pemohon paspor, dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Imigrasi Buka Pelayanan Pemohon Paspor

SAMBAS – Pihak Imigrasi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sajingan Kabupaten Sambas, saat ini masih belum melayani Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan ke Malaysia. Pasalnya, Negeri Jiran belum memperbolehkan warga luar masuk ke negara tersebut.

“Kalau saat ini, pelintas yang akan ke Malaysia melalui PLBN Aruk, belum bisa dilayani. Bahkan dari data kami hampir tidak ada. Sementara  untuk WNI yang masuk masuk ke Indonesia masih diperbolehkan dengan pemeriksaan kesehatan, dan itupun jumlahnya sangat lah sedikit,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas, Iwan Suwanda, Rabu (24/6).

Ini karena dampak dari wabah covid 19 yang juga belum berakhir. Dimana Pemerintah Malaysia masih mengetatkan bagi pelintas yang akan masuk ke negaranya. Begitu juga dengan pihak Indonesia, yang belum sepenuhnya membuka WNA masuk ke negara ini.

Lantas bagaimana pelayanan pemohonan paspor di Kantor Imigrasi Sambas. Iwan Suwanda membeberkan sejak penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru atau dikenal dengan istilah New Normal masa pandemi. Pihaknya per 15 Juni 2020 sudah melayani pemohon paspor dengan jumlah terbatas dan menerapkan protokol kesehatan covid 19 secara ketat.

“Ini kami lakukan untuk memberikan perlindungan dari pegawai Imigrasi Sambas serta masyarakat Kabupaten Sambas dari ancaman bahaya penyebaran covid, jadi kami terapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Iwan.

Dimulai dengan mencuci tangan, pemohon yang datang ke Kantor Imigrasi Sambas selanjutnya akan melewati bilik penyemprotan dengan standar sesuai Menkes. Kemudian akan di cek suhu tubuh. “Kalau suhu tubuh lebih dari 27,5 derajat. Kami akan menyarankan pemohon untuk menunda pembuatan paspor, dan silahkan kembali ke rumah untuk istirahat atau memeriksakan kesehatannya,” katanya.

Setelah masuk, di dalam kantor, di tiap bagian pelayanan termasuk di ruang wawancara sudah dibuatkan sekat antara pegawai dengan pemohon. “Kemudian kursi untuk menunggu antrian juga menerapkan jaga jarak, dan jumlah pemohon dibatasi, hanya separuh dari jumlah pemohon sehari di hari-hari biasanya,” katanya.

Pemohon Paspor, mengaku jika dirinya tak mengalami kesulitan melalui tahap demi tahap pelayanan yang harus dilaluinya di Kantor Imigrasi Sambas saat hendak membuat paspor. “Saya sendiri mendaftar secara online tiga hari yang lalu, setelah itu pada Rabu saya datang bersama keluarga ke Kantor Imigrasi Sambas untuk memproses selanjutnya, dan kami merasa semuanya lancar dan tak mengalami kendala,” katanya. Termasuk berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan, dirinya pun mengaku sangat setuju karena ini demi kebaikan bersama. “Harus didukung apa yang diterapkan (protokol kesehatan) karena ini demi kebaikan bersama,” katanya.(fah)