Pembakar Lahan Diangkut Polisi

SENGAJA: Pihak Polres Singkawang saat mendatangi lahan terbakar yang sengaja dibakar demi perluasan lahan pertanian di Kelurahan Roban.HARIKURNIATHAMA/ PONTIANAKPOST

Jangan Tebang Pilih

SINGKAWANG—Polres Singkawang menetapkan seorang warga berinisial Nr yang diduga menjadi tersangka pembakaran lahan yang terjadi di Gang Rahayu Jalan Veteran, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah Kota Singkawang.

“Saat ini tersangka sudah dipanggil untuk diperiksa lebih lanjut,” ungkap Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi, Rabu (14/8) kemarin.
Nr ditetapkan sebagai tersangka sesuai Laporan Polisi No: LP/71/A/RES.5.3/VIII/2019/Kalbar/Res Skw, tanggal 14 Agustus 2019

Nr menjadi tersangka diduga karena kelalainya, dimana sebagaimana penuturan Nr ke polisi bahwa Jumat (9/8) sekitar sore hari Pukul 16.00 Wib, Nr ada melakukan pembakaran lahan di lokasi lahan miliknya yang berada di Jl.Veteran Rt 0 62 Rw 004 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah.
Nr melakukan pembakaran lahan miliknya tersebut dengan maksud untuk membersihkan lahan dan juga memperluas areal untuk ditanami sayuran. Pembakaran lahan yang dilakukan Nr, dengan cara mengumpulkan rumput ilalang dan juga ranting kayu di satu tempat, setelah terkumpul kemudian Nr membakar rumput ilalang yang kering dengan menggunakan korek api gas warna hijau.

Kemudian api pun muncul. Lalu, pada pukul 18.00 Wib, Nr mematikan pembakaran dilahan miliknya tersebut dengan cara menyiram menggunakan air, dan setelah dipastikan api padam, Nr meninggalkan lahannya. Namun pada Sabtu (10/8) sekitar pukul 11.00 Wib, Nr didatangi oleh anggota TNI dan memberitahu jika lahan miliknya sebagian terbakar , dan juga api telah membakar lahan yang ada di dekat lahan Nr, dimana lahan yang terbakar akibat perbuatan Nr adalah lahan milik Mr, kemudian Nr pun berusaha memadamkan api. Namun karena api sudah besar dan lokasinya luas sehingga api tidak bisa dipadamkan.

Selanjutnya Nr pun dibawa ke Polsek Singkawang Tengah , yang selanjutnya oleh petugas Piket Reskrim Polsek melakukan interogasi awal ke Nr lalu menyerahkan penanganannya ke Polres Singkawang .

“Pasal yang dipersangkakan ke Nr adalah pasal 108 Jo pasal 69 ayat (1) Huruf H UU RI No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan atau Setiap Pelaku Usaha Perkebunan yang membuka dan/atau mengolah lahan dengan cara membakar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 Jo Pasal 56 ayat (1) UU RI No. 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan Atau pasal 188 KUHP,” ungkap Kapolres.

Selain Nr, petugas kepolisian juga mengamabkan sebuah korek api gas merk Tokay warna Hijau dan seikat ilalang bekas terbakar. Sebagain informasi, luas tanah milik Nr seluas 40 m x 80 m , dan untuk luas lahan yang terbakar secara keseluruhan diperkirakan seluas 2 Ha.

Jangan Tebang Pilih
Sementara itu, Komisi B DPRD Landak meminta kepada aparat penegak hukum untuk tidak tebang pilih dalam memproses para pelaku Karhutla di Wilayah Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Landak.

Ketua Komisi B DPRD Landak Evi Yuvenalis saat ditemui Pontianak Post, rabu (14/8) lalu mengatakan, polisi harus tegas terhadap aksi pembakar lahan. Meski begitu ia meminta pihak kepolisian untuk melihat dari sisi masyarakat yang hendak membuka lahan tersebut untuk pertanian.
Terlebih saat ini menurut ia pihak berwajib telah mengamankan sejumlah pelaku pembakar lahan disejumlah daerah di Kalimantan Barat, salah satunya NS warga Dusun Tauk, Desa Engkangin, Kecamatan air besar Kabupaten Landak yang diamankan Polres Landak pada sabtu (10/8) lalu. NS diamankan lantaran kedapatan melakukan pembakaran lahan yang berada di hutan Pagong, Dusun Tauk, Desa Engkangin dengan luasan lahan yang terbakar mencapai 1,2 Hektar. Akibat pembakaran lahan tersebut sempat membuat dua orang mengalami luka bakar.

“Kalau dimasyarakat jika ada terjadi pembakaran lahan, karena mereka melakukan proses berladang terus dijadikan tersangka oleh pihak berwajib, tentu kita lihat dulu, kan ada klasifikasinya berapa keluasan lahan yang boleh dibuka dengan proses pembakaran, kalau sudah diluar ketentuan, kita juga mendorong Pemerintah daerah bersama dengan pihak berwajib harus menegakan aturan,” jelas Evi.
Politisi PDI Perjuangan ini melanjutkan, pihaknya di Komisi B DPRD Landak juga mendukung Pemerintah bersama aparat Kepolisian dalam proses penegakan hukum terhadap para pelaku pembakar hutan dan lahan jika dilakukan secara sengaja, namun ia meminta agar proses penegakan hukum juga dapat dilakukan secara adil dan tidak tebang pilih.

Ia juga meminta agar aparat Kepolisian dapat mengusut secara tuntas terkait kebakaran yang pernah terjadi dilahan konsensi milik PT SMS yang berada di afdeling 5 blok G45 TPK Palu di Dusun Setaik, Desa Sebangki, Kecamatan Mandor, dan PT MAK yang berlokasi di Dusun Pampadang, Desa Kayu Ara Kecamatan Mandor yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Terkait kebakaran dilahan konsensi (perusahaan) tentu saya pikir pihak berwajib masih melakukan proses penyelidikan, karena apakah barang ini dibakar atau terbakar, kalau memang lahan itu sengaja dibakar wajib diproses, jangan sampai ada anggapan karena masyarakat kecil pihak berwajib cepat memproses, lalu karena ini perusahaan orang punya duit, sehingga tidak diproses,” tambah Evi.
Ia juga berharap agar masyarakat dapat sama-sama menjaga lingkungan, termasuk meminimalisir pembakaran lahan dimusim kemarau ini, mengingat hal tersebut juga sudah menjadi intruksi pemerintah pusat yang harus dilaksanakan.

“Jika proses hukum terhadap dua perusahaan yang lahannya tebakar ini mengarah pada unsur kesengajaan tentu kita akan terus awasi, karena polisi juga merupakan bagian dari tugas kita dalam hal control terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan, dan kita akan mengikuti perkembangan terus dari kawan-kawan wartawan juga sampai mana prosesnya,” ujarnya. (mif/har)

Read Previous

Percepat Pemerintahan e-Goverment

Read Next

Program Aplikasi Merpati Layani Sepenuh Hati

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *