Pembangunan PLBN Jagoi Babang Dimulai
Darwis Minta Dibangun Sesuai Ciri Khas Bengkayang

TINJAU PLBN: Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis bersama unsur terkait saat meninjau proses pembangunan PLBN Jagoi Babang. Foto: Humpro

BENGKAYANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang tengah melakukan persiapan dalam memfasilitasi Kerjasama Pembangunan Kawasan Perbatasan, khususnya PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Tahun Anggaran (TA) 2021. Selain prioritas membangun PLBN, Pemkab Bengkayang juga mulai memberlakukan lokasi rumah singgah Covid-19, yang terletak di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis sudah melakukan peninjauan di lokasi tang dijadikan sebagai lokasi pembangunan PLBN serta Posko Covid-19 di wilayah perbatasan negara Indonesia-Malaysia tersebut. Dalam kunjungannya tersebut, Darwis mengungkapkan bahwa pembangunan PLBN Jagoi Babang merupakan salah satu prioritas pembangunan dalam kabinet Indonesia Maju seiring dengan agenda pemerintah membangun dari pinggiran dan desa.

“Pengelolaan kawasan perbatasan dilakukan secara terintegrasi dan kawasan sekitar PLBN. Ini kita harapkan ke depannya dapat dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan perekonomian baru,” ujar Darwis.

Sebagai salah satu PLBN yang dibangun pada saat ini, Sebastianus Darwis mengingatkan kepada semua pihak memberikan dukungan fisik PLBN melalui peran yang dimiliki masing-masing.

Sementara terkait adanya kendala pengurusan IMB dan status lahan milik Pemda, Bupati meminta kepada OPD yang menangani agar segera menyelesaikan kendala tersebut sehingga pembangunan PLBN dapat dikerjakan tepat waktu yakni pada bulan Juli, 2022 mendatang.

“Begitu pula kepada PT WIKA sebagai pengelola dari pembuatan PLBN ini, kita sudah minta supaya desain bangunan PLBN nantinya harus menyertakan ciri khas masyarakat setempat. Sehingga kehadiran PLBN ini nantinya bisa sesuai dengan kearifan lokal,” tutup Darwis.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD kabupaten Bengkayang, Esidorus menilai bahwa pembangunan PLBN Jagoi Babang merupakan salah satu Proyek Strategis  Nasional yang ada di Kabupaten Bengkayang saat ini. Dia berharap agar pengerjaan PLBN tersebut bisa rampung sesuai tenggah yang diberikan, sehingga dapat difungsikan pada tahun 2022 mendatang.

Menurutnya, PLBN Jagoi Babang kedepan dapat berpotensi menjadi kawasan ekonomi baru yang diharapkan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bengkayang.

“Kabupaten Bengkayang juga masuk dalam kawasan segi tiga emas, bersama Kota Singkawang dengan Bandar udara, Kabupaten Mempawah dengan pelabuhan internasional Pantai Kijing. Tentu banyak peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan potensi daerah,” tambahnya.

Esi berharap, masyarakat setempat dapat memanfaatkan peluang yang ada dan bisa menjadi pelaku bukan sekadar penonton.

Sebelumnya, Camat Jagoi Babang, Radit memastikan bahwa proses pembangunan PLBN Jagoi Babang telah melewati berbagai kajian. Termasuk di antaranya konsultasi publik pengadaan tanah dan termasuk izin pembangunan.

Berdasarkan data yang ada, Radit mengungkapkan bahwa luas lahan yang akan dibebaskan atau yang diperlukan adalah seluas 16.7 Hektar. Ke depan, dia berharap agar warga pemilik lahan yang terdampak lokasi pembangunan agar dapat mendukung upaya pemerintah mempercepat proses pembangunan PLBN sebagai beranda terdepan NKRI.

“Lahan itu akan dibebaskan, dan kita harap dukungan dari masyarakat demi terwujudnya pembangunan PLBN Terpadu Jagoi Babang,” pungkasnya. (sig)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!