Pembatalan Proyek PDTT; Bank dan Kontraktor hanya Korban

PONTIANAK—Komisi III DPRD Kalimantan Barat yang baru dikukuhkan angkat bicara terkait proyek fiktif dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) di Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat.

Kunjungan kerja dijadwalkan guna mengetahui titik simpul persoalan bagaimana pencairan Kredit Pengadaan Barang dan Jasa (KPBJ) sebesar Rp8,8 miliar bisa mengucur.

“Jujur, kami belum paham sepenuhnya. Tahunya ribut-ribut di media Bank Kalbar Cabang Bengkayang bahwa anggaran jebol melalui program KPBJ sebesar Rp8,8 miliar. Namun harus didudukan dahulu siapa korbannya. Pengamatan kami Bank Kalbar, Kontraktor, dan Konsultan adalah korban,” ucap Ketua Komisi III DPRD Kalbar, Irsan S,Ag di ruang komisi.

Mengapa dikatakan korban? dari penjelasan kawan-kawan bahwa segala prosuderal pencairan KPBJ sudah sepenuhnya dilakukan Bank Kalbar cabang Bengkayang.

Ada Surat Perintah Kerja (SPK), Surat Kontrak ditandatangani KPA dan PPTK. Kemudian para kontraktor berdasarkan acuan mengajukan kredit di Bank Daerah.

”Artinya proses legalisasi memperoleh KPBJ diikuti. Seandainya final terakhir dana proyeknya tidak cair dan mengucur, berarti titik simpulnya berada di Kementriaan PDTT,” ungkap dia.

Guna memahami sejauh mana perjalanan proyek fiktif ini, maka dalam waktu dekat Komisi III segera berkunjung ke lokasi proyek di Bengkayang.

”Kami sedang lakukan koordinasi. Dalam waktu dekat, tanggal 31 Nopember 2019 misalnya segera berangkat ke Kabupaten Bengkayang,” ucapnya.

Setelah berkunjung agenda berikutnya yakni mendengar penjelasan kontraktor pelaksana, pihak Bank Kalbar termasuk dinas atau Kementriaan PDTT.

”Kami akan panggil semua. Kami perlu mencari semua keterangan untuk masalah ini,” tuturnya.

Ustazd Miftah anggota Komisi III DPRD Kalbar menambahkan kunjungan ke lokasi proyek bukan untuk menyalah-nyalahkan siapapun. Tujuannya murni yakni mengetahui detail perjalanan proyek sampai Rp8,8 miliar dari program KPBJ Bank Kalbar mengucur ke para kontraktor. “Itu saja kok,” ucapnya.(den)

loading...