Pembunuhan Hakim PN Medan Dirancang di Kafe

Tiga tersangka pembunuhan Hakim PN Medan, Jamalludin, Jefri Pratama, Zuraida Hanum dan Reza Fahlevi saat rekontruksi di The Coffe Town Jalan Ngumban Surbakti Medan, senin (13/1) | Triadi Wibowo/Sumut Pos_

Pelaku Dijanjikan Rp100 Juta dan Umrah

MEDAN – Pengakuan itu disampaikan Zuraida Hanum sembari menangis. Bahwa dia merancang pembunuhan sang suami, hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin, karena sering diselingkuhi.

”Saya lagi hamil pun dia bawa perempuan ke rumah. Saya sudah mengadu ke keluarganya, ke kakak-kakak dan adik kandungnya, tapi mereka tidak berdaya apa-apa,” ucap istri kedua Jamaluddin itu dalam rekonstruksi adegan pertama yang dihelat tim penyidik Direktorat Reskrimum Polda Sumut dan Satuan Reskrim Polrestabes Medan kemarin (13/1).

Jamaluddin ditemukan tewas di area kebun sawit di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 29 November tahun lalu.

Rekonstruksi kemarin dilakukan di beberapa lokasi di Medan. Ketiga tersangka dihadirkan, yaitu Zuraida Hanum, 41; M. Jefri Pratama, 42; dan Reza Fahlevi, 29.

Ada 15 adegan yang direka ulang. Pada adegan pertama, tersangka Jefri bertemu Zuraida di Cafe Everyday, Jalan Ring Road, Medan, pada awal November 2019. Saat bertemu sekitar pukul 11.00 WIB, Zuraida curhat perihal permasalahan rumah tangganya kepada Jefri. Pengakuan Zuraida, dirinya sering diselingkuhi korban.

Zuraida mengaku sempat meminta cerai. Tetapi, sang suami tidak setuju karena malu mengingat profesinya sebagai hakim. Karena itu, Zuraida meminta tolong kepada Jefri untuk membunuh korban. Awalnya, Jefri menyarankan untuk bercerai saja. ”Rasanya mau mati saja karena banyak permasalahan yang dihadapi selama bersama dia (korban). Lebih baik dia mati atau saya yang mati,” cetusnya. Akhirnya, Jefri setuju membunuh korban. Adegan pertama berakhir dan tersangka Jefri meninggalkan Zuraida.

Dijanjikan Umrah dan Rp100 Juta

Pada adegan kedua, Jefri menemui tersangka Reza Fahlevi yang juga adik tirinya di warung tempat usahanya, kawasan Jalan Setiabudi Ujung, Medan. Pada 24 November 2019 sekitar pukul 19.00 WIB, dengan mengendarai mobil Toyota Calya putih BK 1757 HE, Jefri bertemu Reza dan menceritakan keluh kesah Zuraida.

Read Previous

Alexius Akim Beberkan Cerita Pemberhentian dari PDIP

Read Next

Bahas Rebranding Logo, Metamorfosis BKKBN, Isu Milenial dan Buruh Migran

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *