Pemerintah Fokus Benahi Infrastruktur Perbatasan

temajuk

HARYADI | PONTIANAKPOST.CO.ID

PEMERINTAH saat ini fokus membenahi wilayah perbatasan. Di Kabupaten Sambas, pembangunan jalan terus digeber. Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengatakan, pembangunan di kawasan perbatasan kian hari kian meningkat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi mikro.

Termasuk pembangunan jalan perbatasan menuju Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Sambas. Jalan sepanjang 50 kilometer itu kini dalam proses pengerasan. “Sebagian sudah diaspal dan akan terus dikerjakan secara bertahap,” ujarnya.

temajuk
DULU : Sebelum ada akses jalan, warga Temajuk terpaksa melewati bibir pantai untuk bepergian. Mereka harus menggotong sepeda motor untuk menyeberangi sungai. (Foto diambil pada 2011). HARYADI | PONTIANAKPOST.CO.ID

Menurut Hairiah, setelah akses jalan dibangun, ekonomi warga akan ikut bergerak. Sejumlah usaha pun berkembang. Misalnya ada warga yang membangun usaha penginapan, rumah makan, dan kerajinan. Secara umum transaksi menjadi lebih lancar dengan adanya jalan. Selain transaksi antar-masyarakat lokal, ada pula transaksi antar-negara, yakni antara warga Indonesia dengan warga Malaysia di perbatasan.

Dari sisi transportasi, pemerintah juga akan mengoperasikan Bus Damri yang akan menghubungkan Kota Singkawang, Sambas hingga ke perbatasan Aruk. Adanya sarana transportasi tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga. “Terbukanya akses di wilayah perbatasan memperbaiki ekonomi warga,” katanya.

Pembangunan infrastruktur kini menjadi prioritas. Kondisi jalan yang rusak terus diperbaiki. Namun, pembangunan jalan tersebut harus dilakukan secara bertahap karena tergantung kemampuan anggaran.

Hairiah mengungkapkan, di tahun 2018, panjang jalan dengan kondisi baik di kabupaten ini sekitar 548 kilometer. Tahun 2019, panjangnya bertambah menjadi 580,31 kilometer. Prediksi ke depan, panjang jalan dalam kondisi baik akan bertambah menjadi 654,32 kilometer. “Jadi kalau keseluruhan di Kabupaten Sambas, prediksinya di tahun 2020 ada sekitar 59,36 persen jalan kabupaten dengan kondisi baik,” ujar Hairiah.

Read Previous

WALHI Kecam Pernyataan Wiranto

Read Next

Gerakan Infak Seribu (Gebu), Wujud Gotong-Royong Warga untuk Beli Ambulans

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *