Pemilik Warkop Tetap Terapkan Prokes Ketat ke Pengunjung

ISTIMEWA INGATKAN PENGUNJUNG: Para pemilik warkop tetap menganjurkan kepada para pengunjungnya menerapkan protokol kesehatan (prokes).

PONTIANAK – Masyarakat Kalimantan Barat terkenal dengan aktivitas perkopian di berbagai wilayah. Entah itu warkop (warung kopi), kafe, tempat nongkrong, dan tempat keramaian pasti ada sajian minuman khas panas tersebut. PPKM yang sudah longgar wajib dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan. Tujuannya juga agar tidak terjadi klaster baru.

Ini dibeberkan Ahing (43), salah satu pemilik warung kopi di Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya. “Kami bersyukur sejumlah petugas sering mendatangi satu per satu tempat keramaian, seperti warung kopi (warkop) saya. Kegiatan rutin dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat terkait pelaksanaan protokol kesehatan. Hitung-hitung supaya masyarakat tertib dengan kesehatannya,” ucapnya.

Menurutnya kegiatan rutin tersebut positif sekali supaya para pemilik usaha warung kopi tetap menjaga kesehatan tubuhnya dan para pengunjung. Apalagi, di warkopnya penerapan protokol kesehatan seperti memakai mengukur suhu tubuh, masker, cuci tangan, pakai hand sanitizer, dan menjaga jarak selalu dipatuhi. Makanya, meski agak sepi, aktivitas perkopian tetap berjalan seperti biasa.

Walaupun demikian, dalam kegiatan ini, petugas masih tetap mendapati masyarakat yang tidak mematuhi protokol, seperti tidak memakai masker. “Saya suruh beli. Saya sudah siapkan. Harganya murah tidak lebih dari Rp2.000/masker,” katanya.

Ahing mengaku tidak bosan-bosannya mengimbau masyarakat atau pengunjung di warkopnya tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab, dia dan keluarganya beberapa waktu lalu pernah positif COVID-19.

“Sudah pernah kena. Sakit sekali rasanya. Untung semua keluarga tidak ada yang pergi dipanggil menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Makanya untuk urusan prokes, saya dan keluarga tetap menjadikannya nomor satu. Jangan lagi terkena deh,” ucapnya menggerutu.

Ahing berharap masyarakat di Sungai Raya, terutama para pengunjung warkopnya tetap mematuhi prokes. Sebab baginya, penerapan protokol kesehatan penting dilakukan guna mencegah penularan COVID-19 selain vaksin ke tubuh.

“Percayalah, segala aktivitas dilakukan harus mengedepankan protokol kesehatan. Ini untuk melindungi diri kita sendiri, keluarga di rumah dan orang-orang di sekitar kita,” ujarnya.

Ilham (38), salah satu pengunjung warkop menyebutkan sangat menyetujui prokes diterapkan para pelaku usaha. Selain melindungi dirinya dan keluarga, juga teman-teman yang akan berkumpul dengan mengedepankan prokes. “Ya, saya pasti bawa masker dan  mengikuti protokol kesehatan,” terangnya.

Dia juga berpesan kepada masyarakat jangan hanya menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker bila hanya petugas saja. Ia berharap, kesadaran untuk menerapkannya bisa tumbuh dari masing-masing pengunjung. “Mari kita sama-sama  membantu menanggulangi COVID-19. Bukan hanya tugas pemerintah dan aparat saja. Kita juga hendaknya mengikuti disiplin protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar pekerja swasta ini. (den)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!