Pemkab Gelar SKB CPNS Kabupaten Sekadau

MENUNGGU GILIRAN: Para pelamar CPNS sedang menunggu giliran untuk mengikuti Seleksi Kemampuan Bidang, Selasa (8/9) yang dilaksanakan di Laboratorium BKPSBM Kabupaten Sekadau. RIESALA ANVAR/PONTIANAK POST

Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

SEKADAU – Sebanyak 413 pelamar CPNS Kabupaten Sekadau mengikuti Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) yang dilaksanakan di laboratorium BKPSBM Kabupaten Sekadau, yang dimulai sejak Senin (7/9) lalu. Sekretaris BKPSBM Kabupaten Sekadau, Andreas Sumarjan memastikan bahwa pelaksanaan seleksi tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk persiapannya, kita akan menggunakan dua lab. yang ada di BKPSBM. Kita buat jarak bagi peserta tes, karena tetap akan menerapkan protokol kesehatan,” kata dia memastikan.

Sumarjan menjelaskan, dari 413 peserta tersebut, sebanyak 412 akan melakukan tes di laboratorium BKPSBM Kabupaten Sekadau, sementara satu peserta mengikuti tes di Regional VIII, Banjarmasin. “Karena memang dibolehkan yang bersangkutan memilih titik lokasi tes, sehingga tidak masalah,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Untuk pelaksanaan kali ini, pihaknya memastikan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau. “Ada petugas dari Dinas Kesehatan yang akan memeriksa suhu tubuh hingga akan standby di sini,” ujarnya.

Andreas melanjutkan, pelaksanaan tes akan berlangsung selama lima hari, dengan total keseluruhan 13 sesi, di mana dalam satu hari ada tiga sesi. Untuk formasi, Andreas menuturkan, dari 226 formasi, terdapat 51 formasi yang tidak memiliki peserta pada tes SKB yang dilaksanakan.

“(Sebanyak) 51 formasi tidak terisi, alasannya ada satu formasi yang tidak memiliki pelamar, itu (adalah) anestesi, dan yang lainnya banyak yang tidak sampai passing grade, contohnya guru kelas. Di mana yang mendaftar satu orang dan tidak lulus passing grade,” jelas  Sumarjan.

Sumarjan menjelaskan, untuk formasi guru kelas terdapat 38 yang tidak terisi. Sehingga, dia menambahkan, ada 38 SD yang tidak akan memiliki guru kelas tambahan dari seleksi CPNS tahun 2019.

Untuk tahun ini, Andreas mengatakan perbedaan paling mencolok dari tahun lalu adalah tersedianya wabcam di masing-masing komputer peserta. Yang mana dipastikan dia bahwa pelaksanaan tes akan langsung dipantau oleh BKN pusat.

“Jadi nantinya hasil nilai peserta langsung dikirim ke Pusat, sehingga tidak lagi akan ditampung di server sini. Karena memang saat ini sistemnya sudah online, berbeda dari tahun sebelumnya yang masih offline,” jelasnya.

Untuk masalah jaringan, menurutnya, akan dibekap oleh Kominfo Kabupaten Sekadau. “Mudah-mudah saja tidak ada gangguan. Untuk masalah listrik kita akan menggunakan full genset, jadi tidak takut untuk listrik padam,” pungkasnya. (var)

error: Content is protected !!