Pemkab Landak Kerjasama dengan IKA PATA

LOKA KARYA K13: Sekda Landak, Vinsensius saat membuka kegiatan loka karya pengembangan K13 bagi guru-guru sekolah di Kampus STKIP Pamane Talino, Kamis (22/8) pagi.HUMAS PEMKAB

Tingkatkan Kualitas K13 Guru Sekolah

NGABANG – Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak mengadakan kerjasama dengan IKA PATA (Ikatan Alumni Pamane Talino) Kabupaten Landak untuk melaksanakan seminar loka karya dalam meningkatkan perkembangan K13 bagi guru-guru di sekolah di Kampus STKIP Pamane Talino, Ngabang, Kamis (22/8) Pagi.

Kegiatan seminar loka karya dengan tema “Menelaah Implementasi K13 Masalah dan Solusinya” ini dibuka langsung oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Landak, Visensius yang mewakili Bupati Landak dan dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, Ketua STKIP Kabupaten Landak, para alumni STKIP Kabupaten Landak, para guru se-Kabupaten Landak dari tingkat SD, SMP dan SMA.

Ketua Panitia, Renita menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan seminar workshop ini untuk mendapatkan solusi dalam mengatasi permasalahan pendidikan di Kabupaten Landak. “Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendapatkan solusi untuk mengatasi permasalahan agar guru dapat mengiplementasikan kurikulum 2013 terutama di Kabupaten Landak,” ucap Renita selaku Ketua Panitia.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdeskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak Mulia, Sehat, Berilmu, Cakap, Kreatif, Mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dalam sambutannya Visensius menghimbau kepada seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Landak agar melaksanakan Kurikulum 2013 yang dikarenakan hal tersebut sudah diberlakukan di seluruh Indonesia.

“Penerapan Kurikulum 2013 sudah diberlakukan di seluruh Indonesia pada tahun pelajaran 2019/2020, maka kepada seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Landak sudah wajib melaksanakan kurikulum 2013,” ucap Visensius.

Visensius menyampaikan, pendidikan nasional menyebutkan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

“Dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu,” ujar Visensius.

Di samping itu, Visensius meminta kepada para peserta seminar workshop agar ikut berpartisipasi dalam permasalahan implementasi kurikulum 2013 yang terjadi di Kabupaten Landak.

“Harapan kami agar para peserta seminar workshop yang mengikuti kegiatan ini dapat terlibat aktif menelaah permasalahan Implementasi Kurikulum 2013 yang terjadi di Kabupaten Landak, sehingga kita semua dapat mengetahui dan bersama-sama memperbaiki pendidikan yang ada di Kabupaten Landak,” harap Visensius.

Dalam kesempatannya Ketua STKIP Pamane Talino Albert mengatakan, pihak bersyukur karena pemerintah terus memperhatikan dunia pendidikan di Kabupaten Landak. “Kami dari STKIP Pamane Talino sangat berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Landak yang sudah mendukung kurikulum 2013 di Kabupaten Landak ini,” ungkap Albert.

Di samping itu, Albert juga berharap agar kegiatan workshop ini agar semakin meningkat dan terus berupaya dalam berinovasi di dalam dunia pendidikan. “Dengan adanya workshop ini kita juga berharap pendidikan di Kabupaten Landak semakin meningkat. Ini adalah salah satu upaya perubahan yang kita namakan inovasi di dalam dunia pendidikan,” jelas Albert. (mif)

Read Previous

Mahasiswa Papua Kerasan di Kalbar

Read Next

Polda Bidik Korupsi di KKU

Tinggalkan Balasan

Most Popular