Pemkab Luncurkan Aplikasi Sihumpro

BERI PEMAPARAN: Kabag Humas dan Protokol Setda Jumadi Gading memberikan penjelasan saat saat Sosialisasi Sihumpro dan Pembentukan Forum Kehumasan Kabupaten, di Gedung Balai Nirmala Sukadana, Selasa (28/9). DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

SUKADANA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara telah meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Kehumasan dan Protokol (Sihumpro) yang bisa diunduh di layanan Google Play. Aplikasi yang digagas Bagian Humas dan Protokol Setda Kayong Utara ini telah di-launching Bupati Kayong Utara, Citra Duani, belum lama ini. Selain itu, melalui aplikasi tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan informasi kepada masyarakat, terkait perkembangan maupun pembangunan di Kayong Utara dan aktivitas pemerintah.

Kehadiran aplikasi ini menurut Asisten Adminitrasi Umum dan Aparatur (III) Setda Kayong Utara, Munirah, menjadi pintu bagi semakin besarnya keingintahuan masyarakat. Dari sini masyarakat diharapkan dia dapat mengetahui bagaimana pelaksanaan pemerintahan dan perkembangan pembangunan di daerah secara cepat melalui akses internet.

“Aplikasi Sihumpro ini merupakan aplikasi yang berisi tentang seluruh informasi kegiatan Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan seluruh OPD terkait serta perkembangan pembangunan di Kabupaten Kayong Utara yang dimuat di website serta seluruh media sosial Humas Protokol Setda,” beber Munirah saat membuka Sosialisasi Sihumpro dan Pembentukan Forum Kehumasan Kabupaten Kayong Utara, Selasa (28/9) kemarin, di Gedung Pertemuan Balai Nirmala Sukadana.

Mengenai hal ini, Asisten III juga mengapresiasi Bagian Humas dan Protokol, sehingga, aplikasi ini dapat terwujud. Dia juga berharap dengan hadirnya aplikasi ini, dapat membantu memberikan informasi pembangunan yang ada di Kabupaten Kayong Utara. “Dalam pertemuan ini saya berharap juga terbentuk Forum Humas Kabupaten Kayong Utara yang melibatkan semua stakeholder yang ada,” jelasnya lagi.

Aplikasi Sihumpro tersebut, dijelaskan Jumadi, kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Setda juga terintegrasi dengan media sosial milik Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Kayong Utara. “Cukup membuka play store di android, lalu cari Sihumpro KKU (Kayong Utara) untuk di-download dan diinstal.

Nanti juga akan diumumkan ke grup whatsapp pemerintahan, dinas, atau OPD lain, serta disebarkan ke media massa agar bisa diketahui masyarakat luas,” tutur Jumadi saat ditemui wartawan usai kegiatan.

Dengan cukup membuka aplikasi Sihumpro, menurutnya, masyarakat bisa mengetahui segala aktivitas pemerintahan. Tidak hanya itu, melalui aplikasi ini masyarakat juga diharapkan dia, bisa menyampaikan usulan, kritik, atau saran kepada pemerintah. Laporan masyarakat dipastikan dia langsung terhubung dengan whatsapp yang ada di Bagian Humas dan Protokol.

Acara sosialisasi tersebut dirangkaikan dengan launching aplikasi Sihumpro. Peluncuran tersebut dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kayaong Utara, Humas OPD vertikal seperti BPN, BPS, Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara, Humas Bank Kalbar, BNI dan BRI, Humas Perusahaan PT. CUS dan PT. Jalin Vaneo, serta para wartawan yang bertugas sebagai perwakilan atau biro di Kabupaten Kayong Utara.

“Hari ini (kemarin, Red) kami juga membentuk Forum Kehumasan Kabupaten, tujuannya tidak lain agar laporan masyarakat yang disampaikan melalui Sihumpro dapat segera ditindaklanjuti,” timpal Jumadi lagi.

Jumadi memastikan, dengan adanya laporan masyarakat melalui aplikasi Sihumpro, tentunya terlebih dahulu dikoreksi oleh Bagian Humas dan Protokol, yang artinya telah disaring terlebih dahulu. Selanjutnya laporan tersebut akan dilanjuutkan mereka ke OPD mengenai pertanyaan dari masyarakat tersebut. “Untuk laporan dari masyarakat itu terlebih dahulu kita tampung, selanjutnya kita lanjutkan kepada OPD mengenai laporan tersebut,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap kepada masing-masing OPD agar tidak alergi terhadap media. Terutama, ditegaskan dia, buat mereka yang benar-benar bertugas sebagai jurnalis di Kayong Utara. Mungkin, menurut dia, salah satu alasan OPD alergi terhadap wartawan lantaran pernah didatangi wartawan tertentu, yang hanya mengaku-aku. Inilah, yang menurut dia, kemudian menimbulkan hal yang tidak menyenangkan dan dampak tertutup terhadap media.

“Untuk itu kita berharap kepada masing-masing OPD agar tidak perlu takut terhadap wartawan. Karena wartawan memberikan informasi yang bener melalui media di mana wartawan tersebut berkerja. Sehingga, teman-teman wartawan dapat memberitakan secara berimbang, dan informasi itu tidak ada lagi ditutup-tutupi,” ungkap mantan jurnalis ini.

Jika merasa keraguan terhadap wartawan, Jumadi bahkan menyarankan kepada masing-masing OPD agar dapat menanyakan legalitas wartawan tersebut. Sebut dia, mulai dari ID card hingga media wartawan bersangkutan. Sehingga, harapan dia, OPD ini bisa menilai dengan berita-berita yang dibuat oleh media itu sendiri.

Berkenaan dengan hal ini pihaknya akan memberikan surat imbauan kepada masing-masing OPD, agar nantinya dapat membuka akses menyampaikan diri sendiri. Selain itu, dia menambahkan mengenai pentingnya Pejabat Pembuat Informasi Daerah (PPID) yang ada di masing-masing OPD.

Untuk PPID di masing-masing OPD, dijelaskan dia, diemban oleh sekretaris dan di-SK-kan oleh Bupati. Termasuk mereka di Bagian Humas, dikatakan diai, juga masuk dalam PPID yang dibuat oleh Kominfo.

“Tetapi karena perubahan pejabat seharusnya nanti kepada Kominfo agar dapat kembali meng SK-kan untuk PPID yang ada di kabupaten. Karena sekertaris itulah sebagai gerbong informasi. Karena dia merupakan PPID pembantu di masing-masing OPD yang ada di Kayong Utara,” ungkapnya.

Jumadi menjelaskan, mengenai fungsi dari humas yakni memberikan informasi kepada masyarakat terkait OPD, di antaranya berkaitan dengan pembangunan di daerah ini. Sementara untuk di tingkat Setda, menurut dia, lebih menginfromasikan mengenai kegiatan pimpinan. “Karena itu yang terpenting,” timpal dia.

Dengan menginformasikan kegiatan pimpinan, diharapkan Jumadi, akan menepis timbulnya pertanyaan dari masyarakat dan menduga-duga kepala daerah mereka tidak berkerja, hanya berjalan saja. “Nah itu yang tidak kita inginkan. Maka dari itu informasi yang jelas itu bisa diakses masyarakat melalui aplikasi Sihumpro. Karena salah satu contoh, ada kabar jika teman-temen Badan Penaggulangan Bencana Daerah itu sudah berkerja. Cuma informasi mereka berkerja itu belum sampai kepada masyarakat. Nah, ini yang akan dijembatani oleh Humas. Humas ini biar menjadi jembatan informasi OPD kepada masyarakat. Itu yang utamanya,” lanjutya.

Sementara itu, Kamiriludin, kepala Biro Harian Rakyat Kalbar Kayong Utara berharap kepada OPD agar tidak menutup diri terhadap wartawan, ketika akan melakukan konfirmasi berkaitan dengan apa yang akan diberitakan oleh wartawan tersebut. “Saya harap dengan adanya kegiaatan ini, ke depan dapat memberikan kemudahan kepada kami untuk meminta konfirmasi berita, sehingga tidak ada lagi bahas alergi terhadap wartawan yang benar-benar menjalankan tugasnya,” tutupnya. (dan)

Read Previous

Karhutla Pelang Ternyata Disabotase

Read Next

Berharap Diskusi, Malah Dimaki

Tinggalkan Balasan

Most Popular