Pemkab Sambas Bangun RTLH dan BRN

GUNTING PITA: Bupati Sambas bersama Kadis Perkim LH Sambas saat acara gunting pita sebagai tanda peresmian rumah nelayan di Kecamatan Selakau, Sambas. FAHROZY/PONTIANAK POST

Siapkan Rumah Khusus ASN, Dokter, Guru Dan Tenaga Medis

SAMBAS – Perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) terus bergulir di Kabupaten Sambas. Ini menjadi salah satu bukti perjuangan Pemkab Sambas agar masyarakat yang berpenghasilan rendah menempati rumah yang layak. Termasuk adanya Bantuan Rumah bagi Nelayan (BRN).

Tak hanya itu, Pemkab Sambas juga sudah mengusulkan pembangunan maupun renovasi Rumah Khusus bagi ASN, Dokter, Tenaga Medis dan Guru yang bertugas di daerah perbatasan dan mereka yang berasal dari luar Kabupaten Sambas supaya nyaman dalam bekerja.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc Mh mengatakan perbaikan rumah tak layak huni, adalah salah satu program yang dilaksanakan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR agar mereka menempati rumah yang layak.

Pemkab Sambas, terus memprioritaskan supaya program ini memberikan manfaat bagi warga yang sangat membutuhkan. Namun program ini dilakukan bertahap, tak bisa secara keseluruhan mengakomodir seluruh jumlah RTLH yang ada di Kabupaten Sambas.

Disampaikan Kepala Dinas Perkim dan LH Kabupaten Sambas, Eko Susanto untuk program perbaikan RTLH berasal dari tiga sumber, yakni APBN yang disebut Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), kemudian Bantuan Rumah Swadaya (BRS) dari DAK serta ada dari DAU. “Program ini bukan seperti bedah rumah, rumah dirobohkan kemudian dibangunkan rumah baru. Namun ini perbaikan dari rumah tak layak huni menjadi rumah layak huni,” kata Eko.

Pengajuannya, sebutnya, diawali dari desa, yang kemudian akan dilakukan verifikasi oleh tim apakah yang diusulkan itu layak atau tidak menerima program ini dengan berdasarkan ketentuan yang ada, misalnya kepemilikan listrik dibawah 1300 Kwh, kemudian dasar hak milik tanah apakah sertifikat, SKT atau surat perjanjian.

“Jumlah bantuan sebesar Rp17.500.000 per rumah rinciannya Rp15 juta untuk belanja material dan Rp2,5 juta untuk upah. Dana itu ditransfer ke penerima, ada rekening yang dibuka penerima, namun bukan menerima uang cash, hanya tabungan itu dibelanjakan di toko yang ditetapkan desa,” katanya.

Program ini, juga mengedepankan gotong royong dari masyarakat setempat. “Bantuan ini sifatnya simultan, sehingga konsep gotong royong dari warga desa setempat sangat diharapkan. Di Beberapa desa konsep gotong royong sudah berjalan, seperti yang di Tebas, ada bantuan perbaikan rumah dari Pemprov Kalbar, bantuan itu diserahkan melalui desa kemudian direalisasikan dengan gotong royong sehingga sudah selesai juga satu unit rumah,” katanya.

Saat ini, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, melalui kementerian terkait agar jatah program ini di Kabupaten Sambas ditambah lagi. Pasalnya, dalam usulan disampaikan ada seribu lebih RTLH yang harus mendapatkan program ini, namun realisasinya 138 unit di 2020. “Kami terus dorong jatah untuk Sambas lebih banyak, kami tetap komunikasi ke Bappenas belum lama ini bersama Bu Wakil Bupati Sambas kemudian koordinasi ke kementerian terkait,” katanya.

Begitu juga untuk program rumah khusus nelayan. Nelayan di Desa Sungai Nyirih sudah pernah mendapatkan, dimana ditahun ini menerima 25 kople untuk 50 KK, rencananya didekatnya juga akan dibangun rumah khusus nelayan lagi. “Sekarang proses pembebasan lahan untuk pembangunan rumah khusus nelayan,” katanya.

Ada juga program yang sudah diusulkan untuk dilaksanakan di 2021, yakni rumah khusus ASN, dokter dan tenaga medis di Desa Penakalan Kecamatan Sejangkung. “Di Penakalan, baru diusulkan ke pusat. Nanti itu dipersiapkan untuk ASN, dokter dan paramedis yang tinggal diluar Kabupaten Sambas. Supaya mereka tenang kerjanya, terlebih musim covid 19. Itu diusulkan untuk dibangun di 2021 dan lahan yang disiapkan statusnya adalah milik Pemda,” katanya.

Program renovasi rumah khusus untuk ASN, Guru dan tenaga medis di Desa Temajuk Kecamatan Paloh, juga diusulkan dilaksanakan di 2021. “Ini juga bisa ditempati ASN, guru atau paramedis yang bekerja di perbatasan,” katanya.

Pemkab Sambas juga akan menerima hibah rumah khusus ASN yang ada di Aruk Sajingan Besar. Dulunya rumah ini dibangun Pempus, sudah lama rusak, tahun lalu mendapatkan program rehab dari kementerian dan akan dihibahkan ke pemkab. “Kalau yang di Aruk sudah ada yang menempati, nantinya akan dihibahkan ke Pemkab Sambas. Rumah khusus ini juga diperuntukkan bagi ASN yang bertugas di perbatasan khususnya Aruk Sajingan Besar,” katanya. (fah)

error: Content is protected !!