Pemkab Sintang Komitmen Bangun Ekonomi Hijau

KABUPATEN LESTARI: PJS Bupati Sintang saat mengikuti diskusi panel Global Landscape Forum 2020 via daring.

SINTANG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang melalui Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sintang, Florentinus Anum, komitmen untuk membangun Sintang dengan konsep ekonomi lestari. Hal ini disampaikan saat menjadi salah satu narasumber pada diskusi panel Global Landscape Forum 2020.

Komitmen ini selaras dengan profil yuridiksi yang diluncurkan oleh LTKL dan CIFOR dengan dukungan Earth Innovation Institute (EII) sebagai langkah awal untuk mencapai cita-cita Kabupaten Lestari. Profil yuridiksi itu berfungsi untuk menangkap kebutuhan daerah akan mekanisme komunikasi kemajuan yang baik. Juga meluncurkan profil yurisdiksi Kabupaten Sintang, dimana merupakan profil yurisdiksi pertama yang ditulis dan dikembangkan bersama dengan tim Kerangka Daya Saing Daerah Kabupaten Sintang.

Pjs Bupati Sintang, Florentinus Anum memaparkan bahwa untuk mewujudkan kabupaten dengan ekonomi lestari dengan berbagai kebijakan, Pemkab Sintang memulainya dengan perencanaan yang baik dan  dibuatnya aturan dan kebijakan yang mendukung. Menurutnya, perencanaan yang baik didukung peraturan yang sifatnya mengikat, akan mampu mewujudkan kabupaten lestari dengan ekonomi yang berkembang.

“Kabupaten Sintang juga sudah punya Peraturan Bupati Sintang tentang Kabupaten Lestari dan rencana aksi daerah untuk mewujudkannya. Kami dalam upaya mewujudkan kabupaten lestari ini sudah melibatkan banyak pihak seperti masyarakat, akademisi dan NGO. Sehingga keputusan untuk mewujudkan kabupaten lestari ini merupakan keputusan bersama dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Untuk mewujudkan ini perlu kerjasama banyak pihak,” ujarnya.

Pemkab Sintang, tambahnya, sudah melakukan beberapa hal untuk mewujudkan kabupaten lestari seperti mengakui hutan adat dan aturan membuka lahan pertanian berbasis kearifan lokal untuk menanam komoditas lokal. Pemkab Sintang juga menghargai kearifan lokal dalam sebuah peraturan.

“Kami ingin sumber daya alam dimanfaatkan oleh masyarakat dengan tetap memperhatikan lingkungan yang baik. Ke depan kami memerlukan penelitian dari siapa saja yang peduli dengan lingkungan, kemudian kami memerlukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang masih kuat dengan kearifan lokalnya dalam memanfaatkan sumber daya alami. Kita juga memerlukan pembiayaan dalam upaya mewujudkan kabupaten lestari. Jadi kami welcome jika ada NGO yang akan membantu penelitian dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Pria yang pernah menjabat sebagai kepala Bappeda Sintang ini mengatakan, ada banyak rencana kedepan untuk memperkuat tujuan Kabupaten Sintang yang lestari. “Untuk mengelola sumber daya alam namun ramah lingkungan didukung aturan dan perizinan yang selektif. Kami juga menyebutnya sebagai ekonomi hijau,” pungkasnya. (ris)

 

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!