Pemkab Tak Batasi Ibadah di Bulan Ramadhan
Wabup : Tetap Patuhi Prokes Covid-19

RAPAT KOORDINASI: Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi saat memimpin rakoor di Kantor Bupati Mempawah.Istimewa

MEMPAWAH – Menjelang ramadan 1442 H, Kabupaten Mempawah masih dilanda pandemi Covid-19. Pemerintah daerah setempat memastikan tak membatasi ibadah amaliyah di bulan ramadhan. Dengan catatan, tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19 sesuai petunjuk dari pemerintah. “Pemerintah Kabupaten Mempawah memastikan tidak akan membatasi masyarakat untuk melaksanakan ibadah amaliyah bulan ramadan. Hanya saja, tetap mengedepankan prokes Covid-19,” pesan Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi usai memimpin rapat koordinasi berkaitan kegiatan amaliyah ramadhan, evaluasi Satgas Covid-19 serta stabilitas harga dan ketersediaan sembako selama ramadan higga idul fitri di Kabupaten Mempawah, akhir Maret lalu di Aula Kantor Bupati Mempawah.

Karenanya, Wabup mengingatkan seluruh pengurus masjid, surau dan musholla agar mempersiapkan prokes Covid-19 dengan maksimal. Pastikan jemaah yang melaksanakan ibadah dapat mematuhi prokes sebagaimana telah dianjurkan pemerintah.

“Kami menghimbau seluruh pengurus masjid, surau dan mushollah tetap melaksanakan ibadah-ibadah di bulan ramadhan dengan sebaik mungkin. Dengan catatan memperketat prokes Covid-19,” serunya. Berkaitan kebutuhan pokok, Wabup menjamin ketersediaan stok barang dan harga jual yang stabil di pasar-pasar di Kabupaten Mempawah. Sebab, petugas dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) akan selalu melakukan pemantauan dan pengawasan pasar secara rutin dan terjadwal.

“Jika terjadi kenaikan harga jual atau pun kelangkaan stok barang maka secepatnya kita ambil kebijakan untuk mengatasi persoalan tersebut. Agar kebutuhan sembako di masyarakat dapat terpenuhi dan tercukupi dengan sebaik mungkin selama ramadhan hingga idul fitri mendatang,” harapnya. Terakhir, lanjut Wabup, dalam rakoor yang dipimpinya turut membahas evaluasi kinerja Satgas Covid-19 Kabupaten Mempawah dalam hal penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19 di masyarakat.

“Alhamdulillah, saat ini Kabupaten Mempawah hampir masuk zona hijau. Namun, Satgas Covid-19 kabupaten, kecamatan, kelurahan dan desa tidak boleh kendor. Tetap laksanakan melaksanakan pemantauan secara ketat,” pintanya. Karena, menurut dia, jika Satgas di tingkat kabupaten hingga desa lengah maka sangat berpotensi meningkatkan kasus penularan virus corona di masyarakat. Mengingat, Kabupaten Mempawah merupakan daerah perlintasan yang sangat rawan dan berpotensi terjadi penularan virus.

“Pemantauan dan monitoring tetap harus dimaksimalkan sesuai prosedur dan mekanisme yang ada. Satgas harus tetap bekerja maksimal sampai pandemi di Kabupaten Mempawah bisa dikendalikan dengan baik,” sebutnya. “Terkait penanganan pasien positif Covid-19, Pemerintah Kabupaten Mempawah pastinya memberikan pelayanan dan penanganan maksimal. Pasien akan dilakukan isolasi mandiri maupun khusus sesuai kondisi pasien positif itu sendiri,” pungkasnya.(wah)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!