Pemkot Gelar Penyemprotan Massal Selama Tiga Hari
43 Siswa SPP-SMA Singkawang Terkonfirmasi Covid-19

SEMPROT MASSAL: Satgas Covid-19 kota Singkawang dan tingkat kecamatan hingga kelurahan melakukan penyemprotan di lokasi sekolah SPP-SMA Singkawang karena puluhan siswanya terpapar Covid-19.HARI K/PONTIANAK POST

SINGKAWANG—Pemerintah Kota Singkawang bersama instansi lintas sektoran dan elemen masyarakat melakukan penyemprotan massal pada Jumat (9/4) hingga Minggu (11/4). Upaya ini merupakan salah satu cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kota Singkawang.

Hal tersebut disampaikan Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie usai menghadiri rapat teknis penyemprotan massal dalam rangka penanganan Covid-19 Kota Singkawang, Kamis (8/4) di Basement Kantor Walikota Singkawang.

Sasaran penyemprotan massal adalah rumah ibadah, asrama, pondok pesantren, pasar dan tempat usaha. Selain penyemprotan massal, pihak pengelola usaha makan dan minuman, warung juga diharapkan dapat secara mandiri melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.

Sebab itu, selaku Kasatgas penangan Covid-19 kota Singkawang sudah juga meminta camat dan lurah untuk siap dan selalu memantau dan meninjau masyarakat serta memastikan program penanggulangan memutus mata rantai Covid-19 berjalan sesuai rencana.

Untuk penyemprotan massal akan dilakukan tiga hari sejak Jumat (8/4). Terhadap lokasi sekolah atau asrama yang mana ada terjadi kasus terkonfirmasi Covid-19 diharapkan secara mandiri dan rutin untuk melakukan penyemprotan. Selain itu di titik lokasi terjadi kasus Covid-19, ia sudah meminta camat dan lurah terus melakukan pemantauan.

Dalam kesempatan itu juga, Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie sekali lagi meminta untuk segera mungkin kepada Menteri Kesehatan RI agar mengirim vaksin ke Singkawang. Sehingga lebih banyak lagi masyarakat Singkawang yang tervaksin.

“Saya minta kepada Menteri Kesehatan RI untuk segera mengirim vaksin ke Singkawang. Jumlah penduduk kami tidak banyak, sementara kota Singkawang ini merupakan perlintasan arus orang yang tinggi mengingat kota Singkawang merupakan tempat singgah atau transit masyarakat dari luar Singkawang maupun sebagai tujuan pariwisara di Kalbar,” pintanya.

Usai adanya kasus terkonfirmasi Covid-19 kluster kantor Imigrasi Singkawang, rumah tahfidz, dan kini per 7 April 2021 adalah kluster sekolah SPP-SMA (Sekolah Pertanian) mulai Satgas Covid-19 Kota Singkawang hingga jajaran ke bawahnya terus melakukan pelacakan dan pencegahan hingga pemutusan mata rantai penyebaran.

Diketahui per 7 April 2021 adalah kluster sekolah SPP-SMA (Sekolah Pertanian). Sebanyak 43 siswa terkonfirmasi Covid-19. Temuan ini berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Puskesmas Singkawang Selatan II. Di mana dari 66 kasus tambahan terkonfirmasi COVID-19 yang terjadi pada 7 April 2021, sebanyak 43 diantaranya dialami siswa sekolah pertanian di Kota Singkawang.

Dari 43 siswa yang positif Covid-19 kesehatannya dalam kondisi baik. Tidak ada yang mengalami sakit bergejala berat. “Yang terkonfirmasi positip rata-rata orang tanpa gejala (OTG). Sehingga tidak ada dari siswa ini sampai dilarikan ke rumah sakit. Sehingga para siswa yang terkonfirmasi menjalani isolasi mandiri dalam satu ruangan kawasan lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Singkawang, Barita P Ompusunggu mengatakan kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kota Singkawang bertambah.

“Dimana pada hari Rabu (7/4) terjadi penambahan sebanyak 66 kasus. Dengan begitu total pasien yang terkonfirmasi COVID-19 di Kota Singkawang saat ini ada sebanyak 218 orang,” kata Barita. Barita mengungkapkan, dari 66 kasus, dua diantaranya berasal dari Kabupaten Sambas.  “Saat ini, pasien terkonfirmasi yang dirawat di RSUD Abdul Aziz Singkawang ada sebanyak 10 orang, dimana empat orang diantaranya berasal dari luar Kota Singkawang,” ujarnya.

Saat ini, kata dr Barita, posisi zonasi kota Singkawang per 8 April 2021 masih kategori zona kuning Zona Kuning COVID-19 yang artinya zona dengan risiko rendah. Namun pengkategorian zonasi ini belum masuk data terkonfirmasinya 43 siswa SPP-SMA.

“Kami terus mengingatkan untuk tetap disiplin dan patuh menjalankan protokol kesehatan, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak serta menghindari kerumunan dan keramaian,” pesannya. (har)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!