Pemkot Simulasi Belajar Tatap Muka

SEMPROT: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyemprotkan disenfektan di salah satu ruang SMPN 1 sebagai persiapan pembelajaran tatap muka dimulai. Istimewa

PONTIANAK-Meski belum pasti pelaksanaan belajar mengajar tatap muka di sekolah, namun Pemerintah Kota Pontianak sudah melakukan persiapan protokol kesehatan tentang pencegahan covid-19 di lingkungan sekolah. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan disinfektan di SMP Negeri 1 Pontianak sebagai percontohan sekolah pembelajaran tatap muka.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan, apabila persiapan sudah matang di sekolah tersebut, pekan depan simulasi pembelajaran tatap muka di SMPN 1 akan digelar. “Kita melakukan penyemprotan disinfektan di SMPN 1 karena kita akan melakukan simulasi atau uji coba khusus siswa Kelas IX,” ujarnya usai melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan SMPN 1, Minggu (2/8).

Menurutnya, untuk kapasitas murid dalam satu kelas akan dilakukan pembatasan dengan membagi dalam dua shift. Dengan demikian satu kelas hanya diisi setengah dari jumlah siswa yang ada. Sebagai contoh, dalam satu kelas jumlah murid 30 orang, maka dibagi menjadi dua shift sehingga masing-masing shift hanya berjumlah 15 murid. “Kita akan siapkan keseluruhannya sesuai dengan protokol kesehatan,” ungkap Edi.

Dari hasil pemantauan di SMPN 1, masih ada beberapa hal yang harus dipenuhi sekolah itu untuk persiapan tatap muka di sekolah. Misalnya banner atau papan pengumuman, tanda-tanda batas untuk jarak dan sebagainya. Tujuannya supaya para siswa mematuhi petunjuk yang terpasang. Sementara untuk para siswa sudah menjalani rapid test, demikian pula para guru juga sudah menjalani uji swab. “Kita ingin memastikan semuanya dalam kondisi sehat dan tidak terpapar Covid-19,” sebutnya.

Edi menambahkan, untuk tahap awal SMPN 1 akan menjadi sampling untuk uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah terutama bagi siswa Kelas IX. Simulasi yang akan dilakukan nanti untuk melihat sejauh mana kesiapan sekolah tersebut dalam melakukan proses pembelajaran tatap muka di kelas sesuai protokol kesehatan Covid-19. “Kalau selanjutnya beberapa sekolah lainnya juga sudah siap, maka secara bertahap kegiatan pembelajaran tatap muka kita mulai di sekolah lainnya,” imbuhnya.

Diakuinya, kegiatan pembelajaran sudah harus dimulai mengingat saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru. Baik dilakukan secara tatap muka langsung maupun melalui daring. Untuk memulai kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah, perlu dilakukan evaluasi, kajian dan analisis yang matang serta melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kota Pontianak. “Mungkin tidak seluruh sekolah diterapkan hal serupa, intinya siswa jangan sampai sama sekali tidak melakukan aktivitas belajar,” katanya.

Anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali memandang jika Pemkot Pontianak ingin memulai proses pembelajaran tatap muka usai nol kasus covid di Pontianak, hendaknya segala persiapan harus dilakukan dengan matang. Ia tak ingin, proses pembelajaran tatap muka dimulai namun tanpa persiapan yang benar-benar dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Berkaca di negara lain, yang memulai proses pembelajaran normal usai penanganan covid-19 tertangani, kenyataan justru membuat angka temuan covid bertambah. “Ini yang harus kita hindari,” ungkapnya.

Protokol Kesehatan di sekolah harus bisa benar-benar diterapkan. Ia tidak ingin penerapannya hanya sekadar memenuhi syarat. Pelajar, guru dan petugas di sekolah harus taat dengan aturan. “Jangan terlalu berlebihan menanggapi covid. Itu justru menimbulkan kepanikan. Tapi paling tidak kita harus antisipasi. Caranya dengan menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.(iza)

error: Content is protected !!