Pemkot Tutup Sementara Enam Rumah Baca

DITUTUP: Pemkot Pontianak menutup sementara aktivitas rumah baca untuk menekan penyebaran covid-19. MEIDY KHADAFI/PONTIANAKPOST

PONTIANAK – Kepala Dinas Perpustakaan Pontianak, Aswin Taufik mengungkapkan, enam rumah baca dan mobil keliling perpustakaan untuk sementara ditutup. Apa yang dilakukan menindaklanjuti arahan wali kota dalam pembatasan kumpulan orang.

“Ada enam rumah baca kami tutup sementara. Termasuk mobil keliling perpustakaan juga tidak dioperasikan selama masa libur sekolah hingga 14 hari ke depan,” jelas Aswin Taufik kepada Pontianak Post, Selasa (17/3).

Seiring masa libur sekolah yang dimulai Senin lalu hingga 14 hari ke depan nanti, Dinas Perpustakaan juga memberlakukan hal yang sama. Yaitu penutupan pengoperasian perpustakaan untuk sementara waktu.

Enam lokasi perpustakaan yang ditutup itu, selain di kantor Dinas Perpustakaan, juga terdapat di rumah baca Kecamatan Pontianak Barat dan Timur. Kemudian perpustakaan digital, politkenik, rumah baca Taman Digulist, Taman Akcaya dan Taman Alun Kapuas.

Aswin melanjutkan, dominasi pengunjung yang datang ke perpustakaan adalah mahasiswa dan pelajar. “Kamipun tak ingin, mereka yang seharusnya belajar di rumah malah meramaikan perspustakaan, sedangkan kebijakan pemerintah membatasi tempat keramaian,” ungkapnya.

Anggota DPRD Pontianak, Anwar Ali meminta petugas Dinas Kesehatan melakukan sterilisasi rumah baca ini. Tindakan tersebut dalam upaya memastikan bahwa semua rumah baca aman dari paparan virus corona.

Agar masyarakat tidak panik, ia juga meminta Pemkot Pontianak menyediakan posko penanganan covid-19 dengan lokasi yang ada di enam kecamatan. Di posko tersebut bisa melayani berbagai informasi tentang apa yang dimaksud dengan corona.

Menuruntya, belum semua masyarakat tahu betul apa itu corona. Agar kepanikan tidak terjadi, menjadi penting informasi detail tentang virus ini disampaikan kepada masyarakat. Dengan berbagai pemahaman yang diberikan, ia meyakini masyarakat Pontianak dapat mengambil keputusan bersama, utamanya dalam penanganan pencegahan wabah corona di Pontianak

Dengan demikian, penanganan covid-19 di Pontianak bisa tertangani dengan cepat. “Melawan corona ini mesti dilakukan bersama-sama. Aturan yang diterapkan pemerintah tak kan mungkin berjalan apabila tidak berjalan satu komando. Saya ajak semua masyarakat untuk bergandeng tangan melawan corona,” tandasnya.(iza)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!