Pemprov Bantu Korban Puting Beliung

TINJAU KORBAN: Gubernur Kalbar Sutarmidji saat meninjau rumah korban puting beliung di Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Senin (20/7). BIRO ADPIM FOR PONTIANAK POST

Anggarkan Rp500 Juta Bagi Warga Terdampak

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) menganggarkan sekitar Rp500 juta untuk membantu korban bencana puting beliung di Kota Pontianak. Anggaran tersebut digunakan untuk bantuan pengadaan seng dan operasional pengerjaan secara gotong royong.

Hal ini diungkapkan Gubernur Kalbar Sutarmidji saat meninjau langsung rumah warga terdampak di Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Senin (20/7) siang. Dari data yang ada menurutnya ada seribu lebih rumah di Kota Pontianak yang terdampak angin puting beliung yang terjadi, Jumat (17/7). Rumah warga yang terdampak tersebar di Kecamatan Pontianak Barat, Kota dan Utara.

Untuk memperbaikinya butuh seng sekitar 11 ribu keping. Pemprov sendiri siap membantu sebanyak 10 ribu keping seng. Sementara sisanya akan diatur oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

“Karena kebutuhannya kan 11 ribu (seng), Pak Wali (Wali Kota Pontianak) tinggal menambah sekitar seribu. Dana operasionalnya nanti kami berikan juga,” ujar Midji sapaan akrabnya.

Dengan demikian total bantuan yang diberikan mulai dari seng sampai biaya pengerjaan mencapai sekitar Rp500 juta. Biaya operasional untuk makan dan minum selama pengerjaan diperkirakan butuh anggaran sekitar Rp100 juta. Dalam pelaksanaannya nanti dilakukan secara gotong royong bersama pihak TNI dan Polri.

Ia menilai dampak bencana puting beliung di Kota Pontianak cukup besar. Termasuk juga di Kabupaten Bengkayang, Midji mengatakan dari laporan, ada belasan rumah yang juga terdampak puting beliung di sana.

“Itu nanti (Bengkayang) kami bantu dari bedah rumah. Tapi kalau yang ini (Pontianak) kami bantu material,” terangnya.

Untuk pembangunan rumah-rumah terdampak di Kota Pontianak ini, Pemprov sifatnya hanya membantu Pemkot Pontianak. Seperti pengadaan kayu kaso dan reng atap akan diberikan Pemkot, sementara Pemprov hanya pengadaan sengnya.

Orang nomor satu di Kalbar itu juga meminta daerah lain seperti Kabupaten Melawi, Sintang dan lainnya cepat mendata rumah-rumah yang terdampak longsor maupun banjir. “Saya pokoknya datanya ada, cepat, ya cepat kami tangani. Namanya juga darurat,” tegasnya.

Tak hanya itu, bahan pokok untuk korban banjir juga telah disalurkan oleh Pemprov Kalbar ke beberapa daerah terdampak. Seperti Kabupaten Sanggau, Melawi, Sintang, Ketapang, Bengkayang, Sambas dan Landak.

Bagi korban banjir yang paling penting, dikatakan dia adalah bagaimana ketersediaan bahan pangan harus tercukupi. “Nanti kalau perlu lagi di-drop ya kami drop lagi (bantuan pangan). Yang lama datanya Bengkayang ini, saya sudah tunggu,” pungkasnya. (bar)

error: Content is protected !!