Pemprov Kalbar Siapkan 48 Miliar untuk THR dan Gaji Ke-13

KONFERENSI PERS : DJPb Kalbar saat menggelar konterensi Pers pencairan THR dan Gaji ke-13, Jumat (30/4)
PONTIANAK – Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 63 Tahun 2021 tanggal 28 April 2021 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji Ke-13 Kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun dan Penerima Tunjangan Tahun 2021. Akan hal Ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tengah mempersiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk mempercepat realisasi pembayaran THR dan Gaji Ke-13.
“Kami segera mempercepat realisasi pembayaran THR dan Gaji Ke-13. Kami sedang mempersiapkan Peraturan Gubernur, yang nantinya menjadi acuan dalam pelaksanaan teknisnya di daerah,” ungkap Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD), Alfian.
Berdasarkan PP tersebut, THR paling cepat dibayarkan 10 hari sebelum tanggal Hari Raya, namun juga dapat dibayarkan setelah tanggal Hari Raya. Sementara untuk Gaji ke-13, dibayarkan paling cepat pada bulan Juni 2021 dan dapat dibayarkan setelah bulan Juni 2021. Alfian mengatakan, kendati THR dapat dibayarkan setelah hari raya, namun pihaknya mengusahakan pembayaran THR dapat dilakukan sebelumnya.
“Diusahakan sebelum hari raya bisa dibayarkan, agar benar-benar dapat dirasakan, dan untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” tuturnya.
Untuk anggaran, pihaknya telah mengalokasikannya dalam APBD tahun ini. Dia menyebut anggaran yang sudah disiapkan untuk THR dan gaji ke-13 sekitar Rp48 miliar. “Sekitar Rp48 miliar yang sudah kita siapkan, dan mudah-mudahan bisa kita segera realisasikan,” ucapnya.
Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat, Edih Mulyadi berharap, cairnya dana THR dapat meningkat konsumsi masyarakat sehingga mendorong perekonomian. Karena itu dirinya mengimbau kepada penerima THR, agar dana tersebut digunakan untuk berbelanja.
“Maka harapan kita betul-betul bisa dioptimalkan untuk belanja,” tutur Edih.
Dia menjelaskan, pembayaran THR  dan Gaji ke-13 Tahun 2021 lebih disederhanakan karena hanya termuat pada satu Peraturan Pemerintah yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 63 Tahun 2021. Dia menyebut, penerima THR dan Gaji Ke-13 adalah Aparatur Negara yang terdiri atas PNS dan Calon PNS, PPPK, Prajurit TNI, Anggota Polri dan Pejabat Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan, Serta Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pegawai Non-ASN.
Dia menyebut besaran Tunjangan Hari Raya adalah sebesar komponen untuk 1(satu) pada bulan bulan April 2021 dan dapat dibayarkan kekurangan jika terdapat perubahan pada  besaran bulan April 2021. Adapun besarnya Gaji Ketiga Belas, jelasnya, adalah besaran 1 bulan pada bulan Juni 2021 dan dapat dibayarkan kekurangan jika terdapat perubahan pada besaran bulan Juni 2021.
“Pegawai Non-ASN yang bertugas sebagai satpam, pengemudi, petugas kebersihan, dan pramubakti diberikan tambahan honorarium sebanyak satu bulan sebagai THR Keagamaan,” tuturnya.
Namun, tambah dia, THR dan Gaji ke-13 Tahun 2021 tidak diberikan kepada yang sedang cuti diluar tanggungan Negara dan yang sedang ditugaskan di luar Instansi Pemerintah DN/LN atau gaji dibayar instansi tempat penugasan. (sti)
error: Content is protected !!
Hubungi Kami!