Penanganan Stunting di Kalbar Masuk Pembahasan Utama

Reviu Program KKBPK

PONTIANAK-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat mengadakan reviu program KKBPK di Hotel Ibis Kota Pontianak, Selasa (27/8). Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) penanganan stunting dengan sasaran kelompok 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang telah dilaksanakan sejak 2018, jadi salah satu pembahasannya.

“Pro PN penanganan stunting dengan sasaran kelompok 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sudah dilakukan sejak 2018. Lokasinya di 10 desadi Ketapang. Tahun ini terdapat penambahan 10 desa masing-masing di Sambas dan Sintang,” ungkap Kaper BKKBN Kalbar, Kusmana.

Dia mengatakan rapat koordinasi tersebut guna memastikan seluruh arah dan kebijakan serta strategi yang disusun dapat terlaksana dengan terarah, efektif, dan efisien guna mencapai target sasaran RPJMN dan Renstra Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat 2015-2019, dalam mendukung pencapaian RPJMD Provinsi Kalimantan Barat.

Rakor tersebut merupakan forum komitmen dan kesepakatan bersama para pengelola dan pelaksana serta mitra kerja dalam menelaah pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) pada 2019. Kegiatan ini mengangkat tema percepatan pencapaian program KKBPK dalam mendukung pencapaian target proyek prioritas nasional 2019.

“Tema ini mengandung makna bahwa, akselerasi pelaksanaan program KKBPK hendaklah dilaksanakan dengan optimal dan maksimal untuk mencapai target yang telah ditentukan,” kata Kusmana

Kusmana menyampaikan BKKBN Kalbar juga mendapatkan amanah untuk pelaksanaan proyek prioritas nasional Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) dan proyek prioritas nasional promosi dan konseling kesehatan reproduksi. Dengan sasaran kader kelompok kegiatan yang berhubungan dengan remaja dan remaja itu sendiri, sebagai upaya mempersiapkan remaja memasuki tahap kehidupan selanjutnya, kehidupan berkeluarga. Agar kelak remaja-remaja tersebut menjadi orang tua yang sehat jasmani dan rohaninya sehingga dapat melahirkan anak-anak yang sehat pula, yang terhindar dari stunting, yang akan menjadi SDM-SDM berkualitas.

“Upaya lain yang telah dilakukan dalam hal penguatan ketahanan remaja dalam mewujudkan Generasi Berencana (GenRe) adalah penobatan ayah dan bunda GenRe se-Kalimantan Barat yang telah dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus yang lalu di Kabupaten Sambas,” katanya.

Kusmana menyampaikan penobatan ayah bunda GenRe merupakan cerminan komitmen yang tinggi terhadap program KKBPK. Dirinya mengharapkan diakhir kegiatan ini akan menghasilkan rumusan sebagai rekomendasi terkait isu-isu kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga yang harus segera ditindak lanjuti.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, AL Leysandri mengatakan pembangunan manusia merupakan hal sangat penting, karena manusia merupakan pelaku dan penikmat pembangunan. Konsep pembangunan SDM menjadi semakin penting sejalan dengan kebijakan pemerintah. Konsep pembangunan manusia mengandung empat unsur yaitu produktivitas, pemerataan, kesinambungan dan pemberdayaan.

“Saat ini kita sudah memasuki era baru yang jauh berbeda dibanding era sebelumnya,” ucapnya

Ia menyampaikan globalisasi terus mengalami perkembangan pesat yang semakin dipermudah oleh revolusi industri 4.0 yang menuntut kecepatan, akuntabel dan transparansi dalam pelayanan birokrasi pemerintahan. Di era digitalisasi sekarang ini, persaingan kian kuat, investasi, teknologi dan SDM-SDM yang handal diperebutkan. Manusia sebagai insan harus dibangun kehidupannya, sesuai dengan hakikat pembangunan.

Untuk itu kualitas dan kemampuannya harus ditingkatkan untuk mengangkat harkat dan martabatnya agar menjadi SDM handal berkualitas dan berdaya saing. Hal ini pula yang mendorong pemerintah Provinsi Kalimantan Barat secara terus menerus berupaya meningkatkan komitmen dalam program peningkatan ketahanan keluarga, salah satunya melalui pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Karena ketahanan keluarga merupakan pondasi kokoh dalam ketahanan bangsa dan negara dimulai dari pembangunan keluarga kecil, sehat, bahagia dan sejahtera.(iza)

Read Previous

Mari Belajar Kelola DD dari Sini

Read Next

Sofyan Sebut 90 Persen Tanah Milik Negara, Bukan Tanah Hashim Atau Luhut

Tinggalkan Balasan

Most Popular