Dua Jenazah Kembali Ditemukan
Pencarian Diperluas Hingga ke Natuna

EVAKUASI: Tim SAR Gabungan kembali mengevakuasi dua jenazah korban kapal tenggelam di perairan Kalimantan Barat, Selasa (20/7). Dua jenazah tersebut ditemukan di sekitar 30-45 nautical mile oleh KN SAR Laksamana 241. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Tim SAR Gabungan kembali mengevakuasi dua jenazah korban kecelakaan kapal di perairan Kalimantan Barat, Selasa (20/7). Korban dievakuasi menggunakan TN SAR Laksamana 421 milik Basarnas.

Dua jenazah tersebut kemudian dibawa ke Posko SAR Gabungan di Pontianak untuk dilakukan indentifikasi oleh tim DVI Polda Kalbar bersama Biddokes RS Bhayangkara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak Yopi Haryadi mengatakan, dengan ditemukan dua korban tersebut, maka jumlah korban yang belum ditemukan menjadi 31 orang. Sedangkan jumlah korban jiwa menjadi 23 orang.

Dikatakan Yopi, saat ini pelaksaan pencarian korban terus dilakukan dengan mengerahkan berbagai unsur, baik laut maupun udara.

Untuk unsur udara, kata Yopi, pencarian korban dibantu oleh dua pesawat udara, yakni CN 235 Patroli Maritim TNI AL dan pesawat ATR milik Kementerian Keluaran dan Perikanan (KKP).

“Pesawat ATR ini diterbangkan langsung dari Jakarta dan menuju titik pencarian disekitar perairan Natuna,” kata Yopi dalam keterangan persnya, Rabu (21/7).

Menurut Yopi, area pencarian diperluas  dati 2.300-5.000 nautical mile, atau mencapai kepulauan Riau. Termasuk Pulau Tambelan.

“Kami berharap, dengan perpanjangan waktu pencarian tersebut dapat melakukan pencarian secara maksimal,” katanya.

Sementara Kapten KN SAR Laksamana, Jahrudin mengatakan, proses evakuasi dua jenazah tersebut berada di sekitar 30 hingga 45 nautical mile.

“Jadi kami bertolak dari Pontianak menuju lokasi pencarian di sekitar 30-45 nautical mile. Di situ kami menemukan satu korban,” kata dia.

Sedangkan korban lainnya ditemukan atas informasi KRI Celurit milik TNI AL yang juga diterjunkan untuk melakukan pencarian korban.

“Kami mendapatkan informasi dan titik koordinat yang dikirim oleh KRI Celurit. Kami langsung menuju posisi koordinat tersebut.  Dan melakukan evakuasi korban,” katanya.

Setelah kedua korban berada di atas kapal, pihaknya kembali melanjutkan penyisiran di sekitar titik koordinat yang telah ditentukan. Namun, kata Jahrudin, pihaknya tidak menemukan adanya korban.

“Kami penyisiran ke arah utara hingga 45 nautical mile, namun masih nihil,” bebernya.

Hingga saat ini, korban yang ditemukan jumlah korban yang ditemukan selamat mencapai 83 orang, 23 orang dalam keadaan meninggal dunia dan 31 orang lainnya masih dalam pencarian.

Sebelumnya, delapan korban berhasil dievakuasi. Enam di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dan dua korban lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. (arf)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!