Pencegahan dan Penanganan Karhutla Sanggau

SIMULASI: Dua regu inti PT. BTL di Sekayam saat melakukan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan.. SUGENG/PONTIANAKPOST

Latih Regu Inti dan Gelar Rapat Koordinasi

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah daerah di Kabupaten Sanggau telah memberi dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat sehari-hari belakangan ini. Pemerintah dan aparat berjibaku untuk mengurangi dampak tersebut termasuk pihak perusahaan.

Sugeng, SANGGAU

GENERAL Manager Agrina Plantation, Samudra mengatakan karhutla menjadi warning bersama baik lokal maupun nasional bahkan internasional. Sinergisitas diperlukan untuk menghindari hal tersebut termasuk juga dari masyarakatnya sendiri. Kesadaran adalah hal yang paling penting dalam mengatasi masalah karhutla yang terjadi setiap tahun.

Sebagai bentuk kepedulian perusahaan, pada Senin (26/8) pagi, dilaksanakan kegiatan pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah izin HGU mereka dengan luasan mencapai 4.500 hektar. Selain melakukan rapat koordinasi bersama muspika dan tokoh masyarakat, juga melatih regu inti yang dimiliki untuk pencegahan dan pengendalian dimaksud di atas.

“Ini mencakup dua wilayah yakni Sekayam dan Noyan. Kami melaksanakan rakor antisipasi dampak karhutla dengan mengundang muspika dan tokoh masyarakat. Acaranya membahas dampak karhutla dengan menyampaikan upaya–upaya perusahaan terhadap penanganan dampak dan penanggulangannya pada lahan–lahan yang terbakar yang menjadi wilayah operasi perusahaan,” jelasnya saat ditemui di PT. Bumi Tata Lestari di Sekayam.

Rakor tersebut, lanjut dia, dalam rangka memaparkan upaya-upaya seperti pencegahan, amaran, penanggulangan dan pelaporannya secara administrasi kepada pihak-pihak terkait termasuk ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Dia menginformasikan bahwa lahan yang berdampak tersebut ada pemukiman, ladang masyarakat dan areal tanam perusahaan.

Sementara itu, mengenai pelatihan pencegahan dan penanggulangan bahaya karhutla di lingkungan PT. Bumi Tata Lestari, pihaknya melatih sedikitnya 50 orang yang merupakan regu inti. Sedangkan untuk pelatihnya, perusahaan mengundang dari Manggala Agni.

“Sebelumnya mereka ini sudah pernah dilatih. Hari ini mereka retraining agar lebih siap lagi dalam pencegahan dan penanganan kedepannya. Mereka juga dilatih oleh profesional di bidangnya. Semoga upaya-upaya yang dilakukan pihaknya dapat menjadi perhatian bersama dalam rangka pencegahan dan penanganan karhutla. Karhutla mesti diatasi secara bersama-sama. Tidak bisa hanya satu pihak saja,” katanya.

Sementara itu, Camat Noyan, Miko Martoyo mengatakan bahwa fungsi pertemuan yang dilakukan kemarin sebagai bentuk koordinasi. Artinya, menyamakan persepsi antar unsur terkait dengan permasalahan karhutla baik pencegahan, penanganannya serta cara pemecahan masalah yang ada.

“Secara regulasi sudah sangat jelas. Namun, pemerintah juga tidak mengabaikan kearifan lokal yang ada di masyarakat. Jangan sampai kita saling menyalahkan. Negara begini, aparat begitu dan seterusnya. Kita sama-sama cari jalan pemecahan masalahnya,” ujarnya.

Terkait pelatihan regu inti dalam penanganan karhutla, Komandan Regu Manggala Agni Pondok Kerja Sanggau, Peri Hardiman menyampaikan pihaknya diminta oleh perusahaan untuk melakukan retraining kepada regu inti di perusahaan tersebut dalam rangka mengupdate pengetahuan dan juga kemampuan menjalankan tugas di lapangan.

“Ini sudah beberapa kalinya kami memberikan pelatihan kepada regu-regu yang ada di perusahaan dalam hal penanganan permasalahan karhutla yang terjadi di wilayah operasional perusahaan tersebut,” katanya. (*)

Read Previous

Digrebek Saat Transaksi, 20 Klip Diamankan

Read Next

Jangan Sepelekan Kebersihan Sungai

Tinggalkan Balasan

Most Popular