Pencinta Hewan Siap Laporkan ke Pihak Kepolisian

kekerasan kucing

DIRAWAT: Bunga, kucing berusia empat bulan itu saat mendapatkan perawatan medis di Klinik Hewan Purnama. Kucing malang itu ditemukan dalam kondisi mata kanannya ditusuk kayu. ISTIMEWA

Rentetan Peristiwa Penusukan Mata Kucing di Pontianak

Dalam seminggu terakhir ini, media sosial di Kota Pontianak dihebohkan dengan peristiwa kekerasan terhadap hewan peliharaan kucing. Hewan mengemaskan yang seharusnya menjadi sahabat manusia itu justru diperlakukan dengan tidak wajar.
——
Peristiwa tragis itu salah satunya menimpa kucing betina bernama Bunga. Kucing mungil berumur empat bulan itu ditemukan dalam keadaan mata kanan tertusuk kayu. Siapa pelakunya? Hingga saat ini pelaku masih belum diketahui.

“Sehari sebelumnya, Bunga tidak pulang. Kami pun mencari-cari. Besok sorenya, si Bunga pulang dari rumahkosong. Mata kanannya tertusuk kayu,” kata Sila, pemilik kucing bernama Bunga, saat dihubungi Pontianak Post, kemarin.

Melihat kondisi kucing kesayangannya itu, Sila pun bergegas untuk mencari klinik hewan untuk menolong Bunga. “Saya langsung bawa ke klinik,” katanya.

Selain Bunga, peristiwa serupa juga dialami kucing jantan miliknya bernama Batang. Batang yang diketahui hilang itu, ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan di sebuah rumah kosong tak jauh dari rumahnya.

“Kucing saya satunya lagi juga mengalami peristiwa yang sama. Si Batang namanya. Sekarang dia sudah mati,” lanjut Sila.

Sila curiga, ada orang yang mengaja melakukan tindak kekerasan terhadap hewan peliharaan, khususnya kucing. “Saya curiga ini disengaja. Karena polanya sama. Dua kucing saya ditusuk pada mata sebelah kanan,” katanya.

Sementara itu, dokter di Klinik Hewan Purnama, drh Maulid Dio Suhendro, mengatakan, Bunga dibawa oleh pemiliknya pada 5 Oktober 2019 lalu. “Kami langsung melakukan observasi kepada Bunga. Hasil observasi diputuskan untuk melakukan operasi pengangkatan bola mata kanan dan mengeluarkan benda asing berupa kayu dari cavum orbita (lubang bola mata),” kata Dio.

Operasi berlangsung selama kurang lebih satu jam dengan penuh kehati-hatian. Dikatakan Dio, pasca-operasi diketahui bahwa kayu tersebut menembus cavum orbita Bunga hingga kedalaman 8 cm dengan ukuran total panjang kayu adalah 20 cm. Bunga diberikan perawatan medik (rawat inap) selama dua hari, sebelum akhirnya direkomendasikan untuk rawat jalan.

Melihat kondisi tersebut tim medik Klinik Hewan Purnama merasa prihatin atas kondisi yang terjadi. Menurutnya, prilaku dari manusia yang melakukan tindakan kekejaman pada hewan ini perlu ditelusuri lebih lanjut. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak, karena hal ini sudah termasuk dalam tindakan kriminal dan melanggar hukum.

Sementara itu, komunitas penyayang kucing dan hewan akan melaporkan rentetan kejadian nahas pada empat ekor kucing yang matanya ditusuk menggunakan kayu ranting dan potongan kayu ke pihak kepolisian. Laporan tersebut rencana akan dilakukan Senin (21/10) di Polres Kota Pontianak.

“Dari rentetan kejadian penusukan empat ekor anak kucing menggunakan kayu dan ranting pohon, sebagai tindaklanjutnya kami (komunitas penyayang kucing dan hewan) akan melaporkan kejadian ini ke pihak Polresta Pontianak,” ungkap perwakilan pencinta kucing dan hewan, Emi saat ditemui Pontianak Post, Minggu (20/10).

Pencinta kucing dan hewan ini kata dia merupakan gabungan dari empat komunitas penyayang binatang. Saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi menyoal rencana laporan penganiayaan pada empat ekor anak kucing yang akan dilakukan Senin (hari ini) ke pihak kepolisian.

Mudah-mudahan laporan yang dilakukan nanti, bisa diterima pihak kepolisian dengan tindaklanjut penyelidikan, guna mencari pelakunya. Kejadian yang menimpa empat ekor anak kucing ini kata dia sangat keji. “Anak kucing ini tidak berdaya. Kenapa ditusuk pakai kayu. Ini yang membuat kami gerah dan geram,” ungkapnya.

Selain terungkapnya empat kejadian penganiayaan pada empat ekor kucing ini. Dirinya mendapat laporan baru dari teman-teman pencinta binatang. Dimana, selain penusukan mata menggunakan kayu dan ranting pohon. Terdapat kejadian lebih menyakitkan, di mana mata kucing ditusuk dengan paku.

“Satu lagi kepala kucing juga dipecahkan. Lokasi temuan ini tidak berjauhan, yaitu daerah Pasar Flamboyan,” ungkapnya.

” Dengan kejadian ini, terus terang, kami merasa nggak terima. Karena penyiksaan ini sudah melampaui batas kemanusiaan, ” ujar Dian salah satu pengurus Poscar (Pontianak Strays Cat Care).

Menyikapi masalah ini, para Cat Lover maupun yang tergabung dalam Komunitas CL segera melakukan pertemuan dan memutuskan langkah-langkah guna mengatasi permasalahan ini.

Penemu kucing korban penusukan mata, yang juga perwakilan dari Pontianak Dog Lover, Julianti menuturkan kejadian penusukan mata kucing menggunakan kayu itu tak jauh dari Pasar Flamboyan.

“Saat saya temukan, kondisi kucing lemah dan basah kuyup di dalam kantong plastik,” ungkapnya.
Setelah mendapati kucing tersebut, dirinya langsung membawa kucing nahas itu ke dokter hewan terdekat untuk mendapatkan pertolongan secepatnya. Saat ini kucing itu tengah ditangani dokter hewan. “Mudah-mudahan kondisinya segera pulih,” harapnya. (arf/iza)

Read Previous

Nama Menteri Diumumkan Pagi Ini

Read Next

Tinggalkan Rumdin Wapres, Mufidah Kalla Bagikan Merpati

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *