Pendataan Keluarga 2021 Sasar 1,4 Juta KK di Kalbar
Dukungan Kepala Daerah Untuk Kegiatan ini Kencang

BERFOTO BERSAMA: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Tenny C Soriton berfoto bersama Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan istri berfoto bersama petugas lapangan KB dan Kader KB terlatih usai pelaksanaan Pendataan Keluarga.

PONTIANAK – Pendataan Keluarga 2021 telah dimulai 1April oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat. Sebanyak 1.446.112 Kartu Keluarga (KK) menjadi targetnya. Di hari pertama pelaksanaan Pendataan Keluarga, sukses dilakukan dengan target para kepala daerah.

14 kepala daerah di kabupaten kota se Kalbar telah diambil datanya saat proses Pendataan Keluarga yang dilakukan di hari pertama, 1 April 2021. Bentuk dukungan para kepala daerah dalam program Pendataan Keluarga tahun ini begitu terasa. Selain diambil datanya, mereka turut mensosialisasikan program ini dengan sasaran masyarakat yang menjadi target Pendataan Keluarga.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalbar, Tenny Calvenny Soriton mengatakan, Pendataan Keluarga tahun ini, BKKBN menargetkan 1.446.112 KK.

DIABADIKAN: Sekretaris BKKBN Kalbar, Abdul Rahman berfoto bersama Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin dan Petugas pedataan keluarga berencana.

Di hari pertama proses Pendataan Keluarga dilakukan, ia langsung turun melihat proses pelaksanaannya. Dimulai dari rumah Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Anggota DPR RI Komisi IX Alifudin, Ketua PKK Kalbar Lismaryani, Kapolda Kalbar dan Kajati Kalbar. Kemudian para pendata yang ditugaskan di kabupaten kota juga mendatangi para kepala daerah. Secara keseluruhan, proses pendataan berjalan tanpa kendala. Petugas yang telah ditunjuk sebagai pendata juga menjalankan tugas dengan baik.

Pada pelaksanaan hari pertama Pendataan Keluarga, meski berjalan mulus. Ia tetap melakukan evaluasi. Tenny berpesan pada teman-teman pendata untuk mengambil data sesuai dengan kolom pertanyaan yang sudah tertera. Sopan dan etika diminta dikedepankan. Selain itu, pendata juga harus menerapkan protokol kesehatan karena pelaksanaannya ini masih dalam suasana covid 19.

Dari target BKKBN sendiri, ada 1,4 juta KK yang mesti dilakukan pendataan. Namun data tersebut mungkin bisa bertambah. Kemungkinan bisa sampai 1,6 juta KK.

DIABADIKAN: Rombongan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat Berfoto bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Masyhudi usai dilakukan pendataan keluarga.

“Untuk pertanyaan yang menyentuh pada keintiman rumah tangga, mereka (pendata) juga sudah diajar tata cara mengolah pertanyaannya. Itu dilakukan agar para keluarga tidak tersinggung, pendata juga bisa mendapatkan data yang diinginkan,” ujarnya.

Melihat pelaksanaan Pendataan Keluarga tanpa kendala. Iapun optimis dua bulan waktu pendataan dapat mencapai target. “Kami tetap optimis target Pendataan Keluarga bisa tercapai. Sebab data ini nanti juga dipakai buat semua sektor,” tandasnya. (iza)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!