Pendonor Sukarela Menurun, Serukan Donor Darah Aman

PONTIANAK – Kasus Covid-19 di Pontianak berdampak pada jumlah pendonor darah sukarela di Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pontianak menurun.

Lusi Nuryanti, Sekretaris PMI Kota Pontianak mengatakan, menurunnya jumlah pendonor darah sukarela ini karena beberapa mobil unit dibatalkan. Dalam tiga hari ini, kebutuhan darah lebih kurang 25 persen dipenuhi dari donor darah pengganti.

“Awalnya sudah ada 86 persen donor darah sukarela. Tapi tiga hari ini turun jadi 75 persen dan 25 persennya dari donor darah pengganti,” jelasnya.

Dia berharap, masyarakat tetap mau mendonorkan darahnya. Karena saat ini, permintaan trombosit untuk penderita demam berdarah dengue (DBD) mulai banyak.

“Karena kasus DBD juga ada, mereka butuh trombosit. Kebutuhan trombosit tidak terlalu tinggi, tapi ada,” jelas dia.

Lusi mengatakan jangan takut berdonor darah. Kebutuhan darah di Kota Pontianak rata-rata 150 kantong per hari. Melayani masyarakat se Kalbar yang berobat di 19 rumah sakit dan klinik di Kota Pontianak dan sekitar. Pasien-pasien di rumah sakit tetap membutuhkan darah untuk tindakan medis mereka.

Dia menjelaskan, donor darah tidak menularkan Covid-19. Saat ini, belum ada bukti bahwa tranfusi bisa menularkan virus yang mewabah di dunia ini. Orang yang berdonor darah, kata dai adalah orang yang sehat.

Kemudian darah yang didonorkan akan melalui uji saring untuk memastikan darah yang siap ditransfusi adalah darah yang sehat dan aman. Prosedur yang dijalankan oleh PMI dalam pengelolaan darah untuk menghasilkan darah yang aman bagi pasien yang harus diselamatkan.

“Kami tetap menghubungi pendonor yang sudah waktunya donor. Setiap 85 hari sekali kami langsung SMS dan berharap bisa datang langsung ke UTD. Untuk UTD kami strelisasikan secara berkala dengan cairan desinfektan,” ujarnya.

Terkait menyikapi covid-19, PMI Pontianak membuka posko pengaduan bergabung dengan  Dinas Kesehatan. Setiap hari melayani konsultasi, telepon dan tatap muka dari masyarakat yang membutuhkan informasi. Kemudian edukasi warga untuk cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker dan tetap berada di rumah jika tidak ada keperluan penting.

“Masyarakat membutuhkan edukasi terus menerus. Sama misalnya dengan adanya penyemprotan fasilitas umum dengan cairan antiseptik. Tidak bisa hanya sekali dan mengandalkan petugas, namun secara rutin harus menjaga kebersihan di lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Sapariah, Ketua Komunitas Darah Segar Pontianak mengatakan  permintaan pendonor darah masih seperti biasa. Anggota berdonor jika ada permintaan saja. Komdas tetap memberikan bantuan apalagi jika ada permintaan trombosit.

“Normal permintaan. Per hari 10 hingga 15 kantong. Kami juga sambil menyosialisasikan amannya berdonor darah, serta jangan lupa sering-sering cuci tangan,” jelasnya berharap kasus Covid 19 ini cepat berlalu. (mrd)

 

error: Content is protected !!