Penerapan Asesmen Nasional Butuh Dukungan

Petrus Kusnadi

PUTUSSIBAU-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kapuas Hulu terus mendorong agar penerapan Asesmen Nasional (AN) yang dilaksanakan setiap satuan pendidikan di wilayah tersebut berjalan lancar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu Petrus Kusnadi menuturkan, saat ini sedang berlangsung kegiatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer untuk tingkat satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Seyogyanya pelaksanaan Asesmen Nasional tingkat satuan pendidikan SMP dimulai pada 4 Oktober 2021, namun kita ketahui di Kapuas Hulu sejak tanggal 3 – 4  Oktober fasilitas internet terganggu akibat bencana banjir yang melanda,” ungkap Kusnadi.

Untuk itu kata Kusnadi, pihaknya telah minta pertimbangan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi agar Asesmen Nasional dilaksanakan penjadwalan ulang.

“Untuk yang belum bisa melaksanakan Asesmen Nasional Tanggal 4 Oktober,  agar dilakukan penjadwalan ulang, dan itu sudah diproses oleh Kementerian,” terang Kusnadi.

Lebih lanjut Kusnadi menyampaikan, asesmen bukanlah satu – satunya pengganti sistem ujian yang sudah ditiadakan mulai tahun ajaran tahun ini, namun untuk memetakan bagaimana sistem pendidikan berjalan diseluruh pelosok Indonesia.

“Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan sistem pendidikan yang ada. Jadi terkait proses belajar – mengajar sudah ada sistem untuk mengetahui tingkat kemampuan belajar siswa, melalui sistem yang dikembangkan Kementerian saat ini,” jelas Kusnadi.

Meski tidak ada ujian, dan sudah diberlakukan sistem Asesmen Nasional, Kusnadi menjelaskan untuk kelulusan dan naik tidaknya siswa-siswi itu kembali ke satuan pendidikan.

“Karena guru yang mengetahui kemampuan belajar siswa – siswi di setiap sekolah,” kata Kusnadi.

Dia menyampaikan bahwa, penerapan Asesmen Nasional perlu perjuangan keras dari daerah, terutama masalah sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

“Ini memang menjadi tantangan terberat kita pada, yakni masalah sarana prasarana, jaringan dan infrastruktur yang masih butuh bantuan berbagai pihak. Secara teknis kita siap melaksanakan itu, namun ini perlu dukungan semua komponen,” ucap Kusnadi.

Untuk penerapan Asesmen Nasional itu sendiri kata Kusnadi, sejak awal sudah dipetakan, mana sekolah yang siap. Kemudian bagi yang belum bisa bergabung.

“Kita akan mengambil data sampel sekolah mana saja yang siap, terutama ketersediaan jaringan dan listrik yang memadai. Ini sedang berjalan, mudah – mudahan berjalan lancar, kita hanya bisa menyiapkan semampu kita, apa yang dibutuhkan menjadi sayarat dilakukan Asesmen Nasional,” pungkas Kusnadi. (dRe)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!