Penerimaan Santri Baru Rumah Tahfidz Ikhwanul Mukminin; Cetak Generasi Penghafal Al-Quran dan Imam Masjid

RUMAH Tahfidz Masjid Ikwanul Mukminin, Jalan Sungai Raya Dalam Pontianak secara resmi menerima santri baru. Ada lima santri  yang sudah lolos tahap seleksi. Dua dari Padang Tikar, Sungai Asam,  Terentang dan Kota Pontianak. Mereka memasuki asrama pada Minggu (2/8) malam setelah dilakukan serah terima dari orangtua.

Lima santri baru Rumah Tahfidz Ikhwanul Mukminin.

“Target kita sebenarnya enam santri sesuai dengan kapasitas tempat tinggal. Namun setelah dilakukan seleksi, hanya lima yang memenuhi persyaratan,” kata Ustad Mursalin, S.Hi, pengelola Rumah Tahfidz Ikhwanul Mukminin. Pihaknya sudah membuat pengumuman selama dua bulan. Baik melalui media cetak, elektronik maupun media sosial.

Dijelaskan Mursalin, animo yang mau mendaftar cukup tinggi. Itu terlihat komunikasi yang disampaikan pihak orangtua dan keluarga santri. Namun setelah dipaparkan dan test yang dilakukan, hanya lima santri saja yang bisa diterima. “Mudahan yang lima ini bisa berhasil menghafal Al-Quran,” jelas Mursalin.

Rumah Tahfidz Ikhwanul Mukminin dalam menerima santri lebih mengutamakan anak yatim piatu dan keluarga yang kurang mampu. Khusus anak yatim biaya digratiskan. Mulai dari biaya hidup sehari-hari hingga pendidikan. Santri akan didik selama tiga tahun. Mereka belajar menghafal Al-Quran, Tilawah, Adzan dan Imam Masjid serta adab/prilaku Islami. Lembaga ini sudah mencetak generasi penghafal Al-Quran. Diantara mereka juga menjadi imam tetap masjid di Kota Pontianak maupun Kubu Raya.

Rumah Tahfidz Ikhwanul Mukminin, Jalan Sungai Raya Dalam.

Ketua Lembaga Masjid Ikhwanul Mukmin H Ahmad Effendi Lubis menjelaskan berhasil tidak santri tergantung niat yang kuat dari si anak. “Pengalaman kita selama ini, anak-anak yang punya niat kuat menghafal, dia akan berhasil,” kata Effendi saat memberikan pengarahan pada serah terima santri dari orangtua kepada lembaga masjid.

Namun, lanjutnya, kalau niat yang kuat itu hanya pada orangtua, sebagian besar santri gagal untuk belajar menghafal. Karena itu, dia berharap santri yang sudah diterima harus benar-benar menanamkan niatnya untuk belajar menghafal. Kemudian didorong semangat orangtua, maka waktu tiga tahun akan bisa menghafal.

Dalam program Rumah Tahfidz Ikhwanul Mukminin, anak yang sudah menghafal lima juz akan dilatih menjadi imam masjid. Mereka bisa praktek langsung. Pengalaman selama ini mereka cukup berhasil. Sehingga begitu mereka hafal Al-Quran tak ada keraguan lagi menjadi imam masjid.  (mrd)

 

 

 

 

 

 

 

 

loading...