Pengembangan Diri Bagi Guru Analytical Observer

Oleh Yakobus, S.Pd.M.M

PENGEMBANGAN  diri merupakan upaya yang dilakukan oleh seorang guru dalam rangka meningkatkan profesionalismenya. Kegiatan pengembangan diri terdiri dari dua jenis, yaitu diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru. Kegiatan pengembangan diri ini dimaksudkan agar guru mampu mencapai dan/atau meningkatkan kompetensi profesi guru.

Adapun kompetensi guru mencakup: kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesional sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ranah kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan diluar mata pelajaran, sebagaimana impelemtasi UU nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 Butir 6 tentang Pendidik, Pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 12 ayat 1 tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat dan kemampuan. Pada Landasan Pedagosis, menurut Quisumbing (2003), kualitas pendidikan bersifat dinamis dan berkualitas dan secera terus menerus dan berkelanjutan.

Berbagai tipe-tipe guru berdasarkan bakat dan kemauan dalam mengembangkan diri tidak harus semestinya dipaksakan, namun kretifitas diharapkan muncul dengan sendirinya. Seperti sebutan Guru Profesional (komitmen tinggi, abstrakai tinggi), Guru Unfocused Worker (komitmen tinggi, abstraksi rendah ), dan Guru Analytical Observer (komitmen rendah, abstraksi tinggi).

Pada Tipe Guru Analytical Observer (GAI) selalu memiliki ide-ide bagus yang dikemukakan sering tidak terwujud, enggan menyediakan waktu dan energi untuk melaksanakan ide-idenya, sehingga karena sesuatu dianggap gampang maka dengan sendirinya keprofesiannya terhambat dengan waktu yang selalu terbuang. Tipe Guru Analyitical Observer (GAI) memiliki abstraksi yang tinggi dengan selalu melihat masalah dari berbagai sudut pandang, dapat mengembangkan berbagai alternative pemecahan serta dapat  memilih alternative terbaik dan berfikir secara bertahap (step bay step). sehingga dengan demikian tantangan bagi seseorang guru adalah komitmen rendah harus dikalahkan oleh komitmen yang tinggi.

Berbagai usaha yang boleh dilakukan oleh guru yang masih berkomitmen randah dalam pengembagan diri antara lain dapat mengikuti Diklat baik secara mandiri maupun secara khusus yang diprogramkan oleh satuan pendidikan. Diklat adalah kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk mencapai standar kompetensi profesi yang ditetapkan dan/atau meningkatkan keprofesian.

Untuk memiliki kompetensi di atas standar kompetensi profesi  dalam kurun waktu tertentu. Jadi ada batasan waktu, di mana diharapkan guru mampu melaksanakannya minimal sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Mengikuti Kegiatan kolektif guru, Kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau kegiatan bersama yang bertujuan untuk mencapai standar atau di atas standar kompetensi profesi yang telah ditetapkan.

Kegiatan kolektif guru mencakup: 1. Kegiatan lokakarya atau kegiatan kelompok guru untuk penyusunan kelompok kurikulum dan/atau pembelajaran. 2. Pembahas atau peserta pada seminar, koloqium, diskusi pannel atau bentuk pertemuan ilmiah yang lain. 3. Kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru.

Kegiatan pengembangan diri yang mencakup diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru tersebut harus mengutamakan kebutuhan guru untuk pencapaian standar dan/atau peningkatan kompetensi profesi, Khususnya berkaitan dengan melaksanakan layanan pembelajaran. Sedangkan kebutuhan guru untuk mencapai atau meningkatkan kompetensinya dapat mencakup:

1. Kompetensi menyelidiki dan memahami konteks ditempat guru mengajar. 2. Penguasaan materi dan kurikulum. 3. Penguasaan metode mengajar. 4. Kompetensi melakukan evaluasi peserta didik dan pembelajaran. 5. Penguasaan teknologi informatika dan komputer (TIK). 6. Kompetensi menghadapi inovasi dalam sistem pendidikan di Indonesia. 7. Kompetensi menghadapi tuntutan teori terkini. 8. Kompetensi lain yang terkait dengan pelaksanaan tugas-tugas tambahan atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.

Diklat fungsional guru adalah kegiatan seorang guru dalam mengikuti pelatihan atau pendidkan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru yang dilaksanakan dalam waktu tertentu, Diklat fungsional dapat berupa kursus, pelatihan, bimbingan teknis, penataran dan lain-lain.

Sedangkan Kegiatan kolektif guru merupakan kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau kegiatan bersama yang dilakukan guru dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas guru yang bersangkutan, seperti lokakarya atau kegiatan kelompok/musyawarah kerja guru seperti training penyusunan modul atau pembuatan perangkat pembelajaran.

Kegiatan semacam ini biasa diselenggarakan oleh MKG/MGMP/KKG/lembaga profesi guru. Dengan demikian pengembangan diri sangat ditentukan oleh “Kamu harus jadi dirimu sendiri, bakat saya harus saya kembangkan tanpa harus menunggu orang lain” di contohkan selama libur pandemi sangat banyak sekali kegiatan diklat yang dilaksanakan oleh berbagai kelompok institusi ada yang berbayar dan ada yang gratis, itu semua tergantung dari diri sendiri untuk mengikuti semua kegiatanya.**

*) Penulis adalah Kepala SMA Negeri 1  Menjalin  Kabupaten Landak Kal-Bar

loading...