Pengguna Sepeda Motor Mendominasi Pelanggaran

operasi zebra

PERIKSA KELENGKAPAN: Petugas Satlantas Polres Ketapang memeriksa kelengkapan surat kendaraan pada Operasi Zebra Kapuas 2019. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Dua Pekan Operasi Zebra Kapuas di Kabupaten Ketapang

KETAPANG – Dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Kapuas 2019, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ketapang menilang 2.125 pengendara. Operasi yang dimulai sejak 13 Oktober hingga 5 November itu menilang pengendara yang melakukan pelanggaran. Kebanyakan tilang diberikan kepada pengendara roda dua.

Kepala Satlantas (Kasatlantas) Polres Ketapang, AKP Aditya Octorio Putra, mengatakan, pelaksanaan Operasi Zabra Kapuas 2019 resmi berakhir, kemarin (5/11). Operasi yang rutin digelar setiap tahun ini, dijelaskan dia, dimaksudkan untuk penertiban terhadap pengendara roda dua maupun roda empat yang melanggar paraturan lalu lintas. “Operasi Zebra Kapuas 2019 resmi berakhir, namun penertiban terhadap pengendara yang melanggar akan tetap dilakukan,” kata Aditya, kemarin (5/11) di Ketapang.

Dia menjelaskan, pada operasi tahun ini pihaknya melakukan penilangan terhadap pelanggar lalu lintas dengan berbagai pelanggaran. Pelanggaran yang dimaksud mulai dari tidak melengkapi surat kendaraan, tidak memiliki SIM, tidak mengenakan helm ganda, tidak memasang kaca spion, melawan arah, tidak menggunakan sabuk pengaman, dan sejumlah pelanggaran lainnya. “Total pelanggar yang ditilang berjumlah 2.125 pengendara,” jelasnya.

Dari 2.125 pengendara yang ditilang tersebut, diakui dia, kebanyakan merupakan pengendara sepeda motor. Sebanyak 1.815 pemotor yang ditilang mereka karena melanggar. Sementara 310 sisanya, diakui dia, merupakan pengemudi mobil yang melanggar. Semua pelanggar lalu lintas tersebut diberikan mereka tilang, untuk kemudian mengikuti sidang dan harus membayar denda sesuai keputusan hakim.

Pengendara yang ditilang mereka beragam. Mulai dari pekerja swasta, PNS, dan pelajar. “Evaluasi dari kegiatan gakkum (penegakan hukum) yang kami lakukan bahwa masyarakat Ketapang masih belum tertib dalam berlalu lintas. Banyak pelanggaran yang masih dilakukan, baik pengendara roda dua maupun roda empat. Kebanyakan dari pelanggar menganggap tertib berlalu lintas belum menjadi kebiasaan dalam berkendara,” ungkapnya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Ketapang agar dapat mematuhi aturan dalam berekendara di jalan raya, baik roda dua dan roda empat. Kelengkapan berkendara ini, diingatkan dia, sangat penting untuk menimalisir cedera parah saat terjadi kecelakaan di jalan. Termasuk di antaranya, disebutkan dia, melawan arah yang masih sering ditemukan pada pengendara kendaraan di Kota Ketapang.

“Kami mengimbau bahwa penggunaan helm (untuk) pengendara dan penumpang sangat penting dalam berkendara di jalan raya, demi keselamatan. Kemudian pengguna kendaraan roda empat belum memiliki kesadaran untuk menggunakan safety belt dan menganggap hal tersebut belum begitu penting dalam berkendara. Terakhir, patuhi rambu-rambu lalu lintas, dan jangan melawan arah,” pesannya. (afi)

Read Previous

Prodi Tak Terakreditasi Tak Boleh Ikut Seleksi CPNS

Read Next

Nginap Dirumah Teman, MS Diamankan Polisi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *