Pengolahan Makanan Beku Berbahan Dasar Jamur Sawit

INOVASI PANGAN: Kegiatan PPM Prodi TPHP PSDKU Polnep Kabupaten Sanggau yang bertajuk Pengolahan Makanan Beku Berbahan Dasar Jamur Sawit di Kelurahan Tanjung Kapuas, Kabupaten Sanggau, Jumat (25/09).

PPM Prodi TPHP PSDKU Polnep Sanggau

SANGGAU – Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan (TPHP) PSDKU Politeknik Negeri Pontianak di Kabupaten Sanggau bekerja sama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (UPPM) Polnep melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di Kelurahan Tanjung Kapuas, Kabupaten Sanggau, Jumat (25/09).

PPM yang bertajuk Teknologi Pengolahan Makanan Beku Berbahan Dasar Jamur Sawit ini  melibatkan dosen, teknisi dan beberapa mahasiswa Prodi TPHP. Tim PPM TPHP-PSDKU Polnep Sanggau sengaja memilih kawasan Kelurahan Tanjung Kapuas sebagai lokasi pengabdian karena banyak terdapat jamur sawit yang tumbuh secara liar pada tandan kosong (tankos) di sekitar lokasi pabrik pengolahan kelapa sawit di Sanggau.

Lurah Tanjung Kapuas, Ade Harun menyambut positif kegiatan ini. Ia mengatakan, Kelurahan Tanjung Kapuas merupakan salah satu kelurahan di Kabupaten Sanggau yang cukup aktif dalam kegiatan produksi maupun pameran pangan lokal yang diprakarsai oleh ibu-ibu PKK. “Kegiatan PPM ini sangat membantu ibu-ibu PKK untuk mengelola sumber daya alam yang ada, karena kegiatan pengabdian ini selaras dengan program presiden untuk meningkatkan kemandirian suatu wilayah dengan kekayaan alam lokal,” katanya.

Kegiatan PPM Prodi TPHP kali ini memanfaatkan jamur sawit atau biasa disebut jamur pentol sebagai bahan baku dalam pembuatan makanan beku yaitu bakso dan sosis. Teknologi pengolahan jamur menjadi menjadi bakso dan sosis diajarkan kepada ibu-ibu PKK di Kelurahan Tanjung Kapuas.

“Kami sengaja memilih Kelurahan Tanjung Kapuas sebagai tempat pelaksanaan PPM karena  memiliki sumber daya alam yang melimpah, terutama yang dapat menghasilkan jamur sawit dan tidak jauh dari industri pengolahan kelapa sawit. Limbah industri perkebunan kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai media untuk pertumbuhan jamur sawit,” kata Sekretaris Prodi TPHP di Kabupaten Sanggau sekaligus Ketua Tim PPM 2020, Marselus Hendro.

Menurutnya, banyak potensi lokal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan warga, salah satunya pengolahan jamur sawit menjadi produk yang bernilai tambah (ekonomis) seperti sosis dan bakso. Jamur sawit merupakan jamur yang mudah rusak jika tidak langsung diolah setelah dipanen.

“Melalui PPM ini, kami juga akan menghibahkan beberapa peralatan pengolahan sederhana yang bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu PKK untuk melanjutkan dan mengembangkan teknologi pengolahan jamur sawit menjadi produk makanan beku seperti bakso dan sosis,” lanjut Marselus.

PPM merupakan salah satu kegiatan Tri Dharma Dosen di Perguruan Tinggi selain Pendidikan/Pengajaran dan Penelitian. Dalam PPM kali ini pihaknya juga memperkenalkan dan mempromosikan Prodi TPHP di Kampus PSDKU Polnep Kabupaten Sanggau kepada masyarakat. “Insyaallah PPM akan dilaksanakan setiap tahun dengan target desa-desa yang ada di Kabupaten Sanggau,” ungkap  Marselus.

Pelaksanaan PPM Prodi TPHP PSDKU Polnep Kab. Sanggau melibatkan Marselus Hendro, SE., MP., Yulius Beni, S.Fil., M.Si., Yuni Selvianti Sari, S.Si., M.Si, dan Ahmad Mustangin, S.TP., M.Sc selaku Dosen homebase TPHP serta  beberapa perwakilan mahasiswa TPHP Dan dihadiri Ibu-ibu PKK Kelurahan Tanjung Kapuas.(ser)

 

error: Content is protected !!